Friday, 28 June 2019

AYAT 44-45 AT-TAUBAH

TAFSIR QURAN DAN HADIS TABARUK
JILIK 2 AYAT 44-45
BISS MILLAH HIR RAHMAN NIR RAHIM,.

Surat At-Taubah Ayat 44

 لَا يَسْتَأْذِنُكَ الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ أَنْ يُجَاهِدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِالْمُتَّقِينَ

     Arab-Latin: Lā yasta`żinukallażīna yu`minụna billāhi wal-yaumil-ākhiri ay yujāhidụ bi`amwālihim wa anfusihim, wallāhu 'alīmum bil-muttaqīn

 Terjemah Arti: Orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, tidak akan meminta izin kepadamu untuk tidak ikut berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan Allah mengetahui orang-orang yang bertakwa.

       Terjemahan Tafsir Bahasa MELAYU ASLI (Isi Kandungan) Bukanlah termasuk orang-orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya dan Hari Akhir, meminta izin kepadamu (wahai Nabi), untuk tidak ikut serta dalam jihad di jalan Allah dengan jiwa dan harta benda. Itu hanyalah sipat orang-orang muanfik dan Allah Maha Mngetahui orang yang takut kepadaNya, lalu bertakwa kepadaNya dengan menjalankan kewajiban-kawajiban dariNya dan menjauhi larangan-laranganNya.

 Surat At-Taubah Ayat 45

إِنَّمَا يَسْتَأْذِنُكَ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَارْتَابَتْ قُلُوبُهُمْ فَهُمْ فِي رَيْبِهِمْ يَتَرَدَّدُونَ

     Arab-Latin: Innamā yasta`żinukallażīna lā yu`minụna billāhi wal-yaumil-ākhiri wartābat qulụbuhum fa hum fī raibihim yataraddadụn

    Terjemah Arti: Sesungguhnya yang akan meminta izin kepadamu, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian, dan hati mereka ragu-ragu, karena itu mereka selalu bimbang dalam keraguannya.

      Terjemahan Tafsir Bahasa MELAYU ASLI (Isi Kandungan) Orang yang mengajukan izin untuk tidak ikut serta dalam berjihad hanyalah orang-orang yang tidak percaya kepada Allah dan Hari Akhir, dan tidak mengerjakan amal shalih, dan hati mereka ragu-ragu terhadap kebenaran risalah yang kamu bawa (wahai Nabi), berupa islam dan syariat-syariatnya. Dan mereka dalam keraguan-keraguan mereka kebingungan.

      Artinya: Orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, tidak akan meminta izin kepadamu untuk tidak ikut berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan Allah mengetahui orang-orang yang bertakwa. (9: 44) Sesungguhnya yang akan meminta izin kepadamu, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian, dan hati mereka ragu-ragu, karena itu mereka selalu bimbang dalam keraguannya. (9: 45) Kedua ayat ini merupakan lanjutan dari ayat sebelumnya, dimana telah dijelaskan bahwa barisan orang-orang Mukmin dipisahkan dengan barisan orang-orang munafik. Kemudian dijelaskan pula semangat kejiwaan setiap orang dari mereka, dan mengatakan, orang yang beriman kepada Allah dan Hari Kiamat, ia tidak akan pernah merasa gentar dan takut terbunuh di jalan Allah ini, lalu mencari-cari alasan dan uzur untuk bisa melarikan diri dari medan jihad ini. Orang-orang semacam ini bahkan hingga saat ini belum yakin dan percaya kepada Allah Swt dan Hari Kiamat. Karena itu mereka selalu dihinggapi oleh berbagai keraguan dan persangkaan. Dari dua ayat tadi terdapat dua pelajaran yang dapat dipetik:‎

 1. Orang yang imannya mantap dan selalu bertakwa akan hadir di medan jihad dengan penuh semangat, bukan menarik diri. Karena sesungguhnya orang bertakwa akan dikenali di medan jihad, bukan yang tinggal di rumahnya.

 2. Sikap ragu bagus dalam rangka meningkatkan dan mengembangkan pemikiran suatu ilmu pengetahuan. Namun keraguan akan berbahaya bila menjadi unsur yang membingungkan kepala. Allah Swt. berfirman bahwa mengapa engkau (Muhammad) tidak membiarkan mereka di saat mereka meminta izin kepadamu untuk tidak ikut perang. Yakni janganlah terlebih dahulu engkau beri izin seorang pun dari mereka untuk tinggal di tempatnya, untuk kamu ketahui siapa yang benar dan siapa yang dusta di antara mereka dalam mengemukakan alasannya. Karena sesungguhnya mereka tetap bertekad akan tinggal di tempat dan tidak mau ikut perang, sekalipun engkau tidak memberi izin kepada mereka untuk tinggal di tempat. Karena itulah Allah Swt. tidak memberi izin kepada seorang pun yang mengaku dirinya beriman kepada Allah dan Rasul-Nya untuk tinggal di tempatnya dan tidak ikut perang. Allah Swt. berfirman: {لَا يَسْتَأْذِنُكَ} Tidak akan meminta izin kepadamu.

 (At-Taubah: 44) untuk tidak ikut perang, melainkan tetap duduk di tempat tinggalnya. {الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ أَنْ يُجَاهِدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ} orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian untuk (tidak ikut) berjihad dengan harta dan diri mereka. (At-Taubah: 44)

      Karena mereka berpandangan bahwa jihad merupakan amal pendekatan diri kepada Allah, maka ketika Allah menyerukan mereka untuk berjihad, mereka menyambutnya dengan segera dan mengerjakannya. {وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِالْمُتَّقِينَ إِنَّمَا يَسْتَأْذِنُكَ} Dan Allah mengetahui orang-orang yang bertakwa. Sesungguh­nya yang akan meminta izin kepadamu. (At-Taubah: 44-45) Yakni untuk tidak ikut perang tanpa ada alasan yang membenarkannya untuk tetap tinggal di tempatnya. {الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ} hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. (At-Taubah: 45) Maksudnya, mereka tidak mengharapkan pahala Allah di hari akhirat sebagai balasan amal (baik) mereka. {وَارْتَابَتْ قُلُوبُهُمْ} dan hati mereka ragu-ragu. (At-Taubah: 45) Yaitu merasa ragu terhadap kebenaran dari apa yang engkau sampaikan kepada mereka. {فَهُمْ فِي رَيْبِهِمْ يَتَرَدَّدُونَ} Karena itu, mereka selalu bimbang dalam keragu-raguannya. (At-Taubah: 45) Yakni mereka tenggelam di dalam kebimbangannya. Mereka melangkahkan satu kaki. sedangkan dalam waktu yang sama mereka mengundurkan kaki yang lainnya (yakni dalam keadaan ragu). Tidak ada langkah yang tetap bagi mereka dalam suatu urusan. Mereka adalah kaum yang bimbang lagi binasa, tidak cenderung kepada golongan kaum mukmin, tidak pula kepada kaum kafir. Dan barang siapa yang disesatkan oleh Allah, maka kamu tidak akan dapat menemukan jalan selamat baginya. Beri peringkat:

No comments:

Post a Comment