Sunday, 3 November 2019

AYAT 28-30 IBRAHIM,.

TAFSIR QURAN DAN HADIS TABARUK
JILIK 2 SURAH IBRAHIM
AYAT 28-30
BISS MILLAH HIRRAHMAN NIRRAHIM,.
28. alam tara ilaa alladziina baddaluu ni’mata allaahi kufran wa-ahalluu qawmahum daara albawaari 29. jahannama yashlawnahaa wabi/sa alqaraaru 30. waja’aluu lillaahi andaadan liyudhilluu ‘an sabiilihi qul tamatta’uu fa-inna mashiirakum ilaa alnnaari

“Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang menukar nikmat Allah dengan kekafiran dan menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan, (QS. 14:28) yaitu neraka Jahannam, mereka masuk ke dalamnya dan itulah seburuk-buruknya tempat kediaman. (QS. 14:29) Orang-orang kafir itu telah menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah supaya mereka menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya. Katakanlah: ‘Bersenang-senanglah kamu karena sesungguhnya tempat kembalimu ialah neraka.’ (QS. 14:30)” (QS. Ibrahim: 28-30)

        Imam al-Bukhari mengatakan: “Firman Allah: alam tara ilal ladziina baddaluu ni’matallaaHi kufran (“Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang telah menukar nikmat Allah dengan kekafiran.”) artinya tidakkah kau tahu, seperti firman-Nya: alam tara kaifa (“Tidakkah kamu tahu bagaimana.”) dan: alam tara ilal ladziina kharajuu (“Tidakkah kamu tahu orang-orang yang keluar.”) Al bawaar adalah kehancuran/ kebinasaan, qaumam buuran artinya kaum yang hancur binasa. Ali bin Abdillah meriwayatkan kepada kami dari ‘Atha’ ia mendengar Ibnu `Abbas, tentang firman Allah: alam tara ilal ladziina baddaluu ni’matallaaHi kufran (“Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang telah menukar nikmat Allah dengan kekafiran.”) ia berkata: “Mereka itu adalah kaum kafir Makkah.” Sedang al-‘Aufi meriwayatkan dari Ibnu `Abbas tentang ayat ini, bahwa dia adalah Jabalah Ibnul Aiham dan orang-orang Arab yang mengikutinya yang kemudian bergabung dengan orang-orang Romawi. Pendapat Ibnu `Abbas yang masyhur dan benar adalah pendapat yang pertama, sekalipun maknanya umum yang mencakup semua orang kafir, karena Allah mengutus Muhammad sebagai rahmat bagi seluruh alam dan sebagai nikmat bagi manusia. Barangsiapa yang menerima dan mensyukurinya, dia pasti masuk surga. Dan barangsiapa menolak dan mengingkarinya, pasti masuk neraka.

       Diriwayatkan pula dari `Ali seperti pendapat Ibnu `Abbas yang pertama. Adapun yang dimaksud dengan lembah kebinasaan adalah Jahannam. Firman Allah: wa ja’aluu lillaaHi andadal liyudlilluu ‘an sabiilillaaHi (“Orang-orang kafir itu telah menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah supaya mereka menyesatkan [manusia] dari jalan-Nya.”) Maksudnya, mereka menjadikan sekutu-sekutu yang mereka sembah bersama Allah dan menyeru manusia untuk berbuat seperti itu. Kemudian Allah berfirman dan mengancam mereka melalui lisan Rasulullah saw.: qul tamatta’uu fa inna mashiirakum ilan naari (“Katakanlah: ‘Bersenang-senanglah kamu karena sesungguhnya teriapat kembalimu adalah neraka.’”) Maksudnya, apa pun yang kalian mampu di dunia ini lakukanlah, karena apa pun yang kalian lakukan, maka akhirnya tempat kembali kalian adalah neraka, seperti firman Allah: “Kami beri sedikit kesenangan, kemuan Kami paksa mereka masuk kepada siksa yang keras (berat).” (QS. Luqman: 24)

No comments:

Post a Comment