Sunday, 10 November 2019

AYAT 34-36 SURAH IBRAHIM,..


TAFSIR QURAN DAN HADIS TABARUK,.
JILIK 2 AYAT 35-36,.
SURAH IBRAHIM,.,.

34. waaataakum min kulli maa sa-altumuuhu wa-in ta’udduu ni’mata allaahi laa tuhsuuhaa inna al-insaana lazhaluumun kaffaarun 35. wa-idz qaala ibraahiimu rabbi ij’al haadzaa albalada aaminan waujnubnii wabaniyya an na’buda al-ashnaama 36. rabbi innahunna adhlalna katsiiran mina alnnaasi faman tabi’anii fa-innahu minnii waman ‘ashaanii fa-innaka ghafuurun rahiimun “Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata: ‘Ya Rabbku, jadikanlah negeri ini (Makkah), negeri yang aman dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala. (QS. 14:35) Ya Rabbku, sesungguhnya berhala-berhala itu telah menyesatkan kebanyakan daripada manusia, maka barangsiapa yang mengikutiku, maka sesungguhnya orang itu termasuk golonganku dan barangsiapa yang mendurhakaiku, maka sesungguhnya Engkau, Mahapengampun lagi Mahapenyayang. (QS. 14:36)” (QS. Ibrahim: 35-36)

 Dalam kesempatan ini, Allah menyebutkan (sebagai) bantahan terhadap orang-orang musyrik Arab bahwa sebenarnya tanah suci Makkah sejak pertama kali diciptakan adalah untuk beribadah kepada Allah yang Mahaesa yang tidak ada sekutu bagi-Nya dan bahwa Ibrahim yang menyebabkan Makkah itu menjadi kota yang ramai dan berpenduduk, telah menyatakan lepas diri dari orang-orang yang menyembah selain Allah dan dia berdo’a memohon untuk keamanan Makkah, ia berkata: rabbij’al Haadzal balada aaminan (“Ya Rabbku, jadikanlah negeri ini [Makkah] negeri yang aman,”) dan Allah pun mengabulkannya. Seperti difirmankan Allah: “Belumkah mereka melihat bahwa Kami telah menjadikannya tanah suci yang aman.” (QS. Al-`Ankabuut: 67), dan firman Allah: “Sesungguhnya rumah yang mula pertama didirikan untuk (tempat beribadah) umat manusia ialah Baitullah yang ada di Bakkah (Makkah) yang diberkahi dan sebagai petunjuk bagi semua manusia. Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, di antaranya maqam Ibrahim. Barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia.” (QS. Ali-‘Imran: 96-97)

 Dalam kisah ini, dia berkata: rabbij’al Haadzal balada aaminan (“Ya Rabbku, jadikanlah negeri ini [Makkah] negeri yang aman,”) dalam ayat ini digunakan kata definitife [dengan kata al-balad] karena IbraHim berdoa setelah membangunnya. Karena itu ia mengatakan: “Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kepadaku pada usia tua ini Isma’il dan Ishaq.” (QS. Ibrahim: 39) ,

Setiap orang yang berdo’a hendaklah ia berdo’a untuk dirinya sendiri, kedua orang tua dan anak cucu keturunannya. Kemudian ia menyebutkan, bahwa cukup banyak manusia yang terperdaya oleh berhala-berhala, tetapi ia (Ibrahim) membebaskan diri dari orang-orang yang menyembahnya dan menyerahkan urusan mereka kepada kehendak Allah, apakah Allah akan menyiksa atau mengampuni mereka. Seperti perkataan `Isa as.: “Jika Engkau mengadzab mereka, sesungguhnya mereka adalah hamba-hambaMu. Dan jika Engkau mengampuni mereka, maka sesungguhnya Engkau Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.” (QS. Al-Maaidah: 118). Tidak ada cara lain kecuali menyerahkan hal itu kepada kehendak Allah Ta’ala, bukan berarti membolehkan hal (penyembahan berhala) itu terjadi.

 Abdullah ibnu Wahb mengatakan, telah menceritakan kepada kami Amr ibnul Haris, bahwa Bakr ibnu Sawwadah pernah menceritakan kepadanya, dari Abdur Rahman ibnu Jarir, dari Abdullah ibnu Amr, bahwa Rasulullah Saw. membaca firman Allah Swt. yang menceritakan doa Nabi Ibrahim, yaitu: Ya Tuhanku, sesungguhnya berhala-berhala itu telah menyesatkan kebanyakan dari manusia. (Ibrahim: 36), hingga akhir ayat.

    Dan doa Nabi Isa a.s. yang disebutkan oleh firman-Nya: Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba Engkau. (Al-Maidah: 118), hingga akhir ayat.

Setelah itu Rasulullah Saw. mengangkat kedua tangannya (berdoa) dan mengatakan dalam doanya:

Ya Allah, (selamatkanlah) umatku, Ya Allah, (selamatkanlah) umatku, Ya Allah, (selamatkanlah) umatku. Lalu beliau Saw. menangis, dan Allah berfirman, "Hai Jibril, berangkatlah, temui Muhammad, dan tanyakanlah kepadanya apakah yang membuatnya menangis —padahal Allah lebih mengetahui—?" Malaikat Jibril a.s. datang dan menanyainya, lalu Rasulullah Saw. menjawabnya, (Malaikat Jibril kembali melapor kepada Allah), maka Allah Swt. berfirman, "Pergilah kepada Muhammad, dan katakanlah kepadanya bahwa Kami akan membuatnya puas terhadap umatnya dan Kami tidak akan mengecewakannya."

No comments:

Post a Comment