Saturday, 13 April 2019

AYAT 150-152 AN NISAAK,.

 TAFSIR QURAN DAN HADIS TABARUK,
JILIK 2 AN NISAAK AYAT 150-152

BIS-MILLAHIR-RAHMAN-NIR-RAHIM,.     
              Quran, Surah An-Nisaa, Ayat 150 Inal lazina yakfuru_na billa_hi wa rusulihi wa yuridu_na ay yufarriqu_ bainalla_hi wa rusulihi wa yaqu_la_na nu'minu bi ba'diw wa nakfuru bi ba'd(iw), wa yuridu_na ay yattakhizu_ baina za_lika sabilu_(n). 4:151 Ayat 151 Quran, Surah An-Nisaa, Ayat 151 Ula_'ika humul ka_firu_na haqqa_(n), wa a'tadna_ lil ka_firina 'aza_bam muhina_(n). 4:152 Ayat 152 Quran, Surah An-Nisaa, Ayat 152 Wallazina a_manu_ billa_hi wa rusulihi wa lam yufarriqu_ baina ahadim minhum ula_'ika saufa yu'tihim uja_rahum, waka_nalla_hu gafu_rarrahima_(n).
        “Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan bermaksud memperbedakan antara Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan, ‘Kami beriman kepada sebagian (dari rasul-rasul itu), dan kami kafir terhadap sebagian (yang lain),’ serta bermaksud (dengan perkataan itu) mengambil jalan (lain) di antara yang demikian (iman atau kafir), merekalah orang-orang yang kafir sebenar-benarnya. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir itu siksaan yang menghinakan. Orang-orang yang beriman kepada Allah dan para rasul-Nya dan tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka, ke lak Allah akan memberikan kepada mereka pahala. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (An-Nisaa’ ayat 150-152)

            Allah Swt. mengecam tindakan orang-orang yang kafir kepada-Nya dan kepada rasul-rasul-Nya dari kalangan orang-orang Yahudi dan Nasrani. Karena mereka dalam imannya membeda-bedakan antara iman kepada Allah dan iman kepada rasul-rasul-Nya. Mereka beriman kepada sebagian para nabi dan mengingkari sebagian yang lainnya, hanya berdasarkan selera dan tradisi serta apa yang mereka jumpai dari nenek moyang mereka semata, sama sekali tidak berdasarkan kepada dalil yang melandasi keyaklnan mereka. Sebenarnya tidak ada jalan bagi mereka untuk itu, yang mendorong mereka berbuat hal tersebut hanyalah semata-mata karena dorongan hawa nafsu dan fanatisme. Orang-orang Yahudi —semoga laknat Allah menimpa mereka— beriman kepada semua nabi, kecuali Nabi Isa a.s. dan Nabi Muhammad Saw.

                Orang-orang Nasrani beriman kepada semua nabi, tetapi mereka ingkar kepada pemungkas para nabi dan yang paling mulia di antara mereka, yaitu Nabi Muhammad Saw. Orang-orang Samiri (suatu sekte dari Yahudi) tidak beriman kepada seorang nabi pun sesudah Yusya’, pengganti (khalifah) Nabi Musa ibnu Imran. Orang-orang Majusi —menurut suatu pendapat— pada mulanya beriman kepada seorang nabi mereka yang dikenal dengan nama Zaradesy (Zoroaster), kemudian mereka kafir kepada syariatnya, maka nabi mereka diangkat oleh Allah dari kalangan mereka. Makna yang ‘dimaksud ialah ‘barang siapa yang kafir kepada seseorang dari kalangan para nabi, berarti ia kafir kepada semua nabi’ Karena sesungguhnya diwajibkan bagi kita beriman kepada setiap nabi yang diutus oleh Allah kepada penduduk bumi ini.

                  Barang siapa yang mengingkari kenabiannya karena dengki atau fanatisme atau kecenderungan belaka, berarti jelas imannya kepada nabi yang ia percayai bukanlah berdasarkan iman yang diakui oleh syariat, melainkan hanya semata-mata karena maksud tertentu, hawa nafsu, dan fanatisme. Artinya, mereka hendak membuat jalan tersendiri antara iman dan kafir.
 Kemudian Allah Swt. memberitahukan perihal mereka melalui
firman-Nya: {أُولَئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ حَقًّا}
 merekalah orang-orang yang kafir sebenar-benarnya. (An-Nisa: 151)

                  Kekufuran mereka terbukti dan tiada alasan untuk dikatakan beriman bagi seseorang yang berkeyakinan demikian, sebab iman seperti itu bukanlah iman yang diakui oleh syariat. Karena seandainya mereka benar-benar beriman kepada seorang rasul karena diutus oleh Allah, pastilah mereka beriman pula kepada rasul lainnya, terlebih lagi imannya kepada rasul yang lebih jelas dalilnya dan lebih kuat buktinya daripada rasul yang diimaninya. Atau setidaknya ia mempertimbangkan dengan pertimbangan yang sesungguhnya mengenai kenabiannya Maka Allah menimpakan kepada mereka kehinaan di dunia yang terus berlanjut dengan kehinaan di akhirat. Sebagaimana yang disebutkan di dalam ayat yang lain, yaitu firman-Nya: {وَضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الذِّلَّةُ وَالْمَسْكَنَةُ وَبَاءُوا بِغَضَبٍ مِنَ اللَّهِ} Lalu ditimpakan kepada mereka nista dan kehinaan, serta mereka mendapat kemurkaan dari Allah. (Al-Baqarah: 61) Yakni di dunia dan akhirat. *******

                   Firman Allah Swt.: {وَالَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ وَلَمْ يُفَرِّقُوا بَيْنَ أَحَدٍ مِنْهُمْ} Orang-orang yang beriman kepada Allah dan para rasul-Nya dan tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka. (An-Nisa: 152) Umat Nabi Muhammad Saw. sesungguhnya beriman kepada semua kitab yang diturunkan Allah dan beriman kepada semua nabi yang diutus oleh-Nya. Seperti yang dinyatakan di dalam ayat lain, yaitu firman-Nya: آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنزلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ…. Rasul telah beriman kepada Al-Qur’an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah. (Al-Baqarah: 285), hingga akhir ayat.

                     Selanjutnya Allah memberitahukan bahwa Dia telah menyediakan bagi mereka pahala yang berlimpah, pembalasan yang agung, dan pemberian yang indah. Untuk itu Allah Swt. berfirman- {أُولَئِكَ سَوْفَ يُؤْتِيهِمْ أُجُورَهُمْ} kelak Allah akan memberikan pahala kepada mereka. (An-Nisa: 152) sebagai balasan atas iman mereka kepada Allah dan semua rasul-Nya. {وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا} Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (An-Nisa: 152)
 Atas dosa-dosa mereka, yaitu jika sebagian mereka mempunyai dosa.(Orang-orang yang beriman kepada Allah dan para rasul-Nya) artinya semua mereka (dan tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka kelak Allah akan memberikan kepada mereka) dengan memakai nun atau ya (pahala mereka) artinya pahala amal perbuatan mereka (dan Allah Maha Pengampun) bagi kekasih-kekasih-Nya (lagi Maha Penyayang) kepada ahli taat-Nya.Semuanya.
Beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya mencakup beriman kepada semua yang diberitakan Allah tentang Diri-Nya dan mengimani semua yang dibawa para rasul berupa berita dan hukum-hukum. Bahkan mengimani semuanya. Dia mengampuni semua kesalahan dan menerima semua kebaikan.

No comments:

Post a Comment