Saturday, 27 April 2019

AYAT 7-13 SURAH SHAFF

TAFSIR QURAN DAN HADIS TABARUK
      JILIK 2 AYAT 7-13 SURAH SHAFF

         BISS-MILLAH-
HIR-RAHMAN-NIR-RAHIM.,
         7. Waman azhlamu mimmani iftaraa ‘alaa allaahi alkadziba wahuwa yud’aa ilaa al-islaami waallaahu laa yahdii alqawma alzhzhaalimiina 8. Yuriiduuna liyuthfi-uu nuura allaahi bi-afwaahihim waallaahu mutimmu nuurihi walaw kariha alkaafiruuna 9. Huwa alladzii arsala rasuulahu bialhudaa wadiini alhaqqi liyuzhhirahu ‘alaa alddiini kullihi walaw kariha almusyrikuuna 10. Yaa ayyuhaa alladziina aamanuu hal adullukum ‘alaa tijaaratin tunjiikum min ‘adzaabin aliimin 11. Tu'minuuna biallaahi warasuulihi watujaahiduuna fii sabiili allaahi bi-amwaalikum wa-anfusikum dzaalikum khayrun lakum in kuntum ta’lamuuna 12. Yaghfir lakum dzunuubakum wayudkhilkum jannaatin tajrii min tahtihaa al-anhaaru wamasaakina thayyibatan fii jannaati ‘adnin dzaalika alfawzu al’azhiimu 13. Waukhraa tuhibbuunahaa nashrun mina allaahi wafathun qarriibun wabasysyiri almu/miniina
                               
      {وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَى عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ وَهُوَ يُدْعَى إِلَى الإسْلامِ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ (7) يُرِيدُونَ لِيُطْفِئُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَاللَّهُ مُتِمُّ نُورِهِ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ (8) هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ (9) } {يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَى تِجَارَةٍ تُنْجِيكُمْ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ (10) تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ (11) يَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَيُدْخِلْكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأنْهَارُ وَمَسَاكِنَ طَيِّبَةً فِي جَنَّاتِ عَدْنٍ ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ (12) وَأُخْرَى تُحِبُّونَهَا نَصْرٌ مِنَ اللَّهِ وَفَتْحٌ قَرِيبٌ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ (13) }

        Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah, sedangkan dia diajak kepada agama Islam ? Dan Allah tiada memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. Mereka ingin hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir benci. Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama, meskipun orang-orang musyrik benci.Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? (Yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu jika kamu mengetahuinya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam surga 'Adn. Itulah kemenangan yang besar. Dan (ada lagi) karunia yang lain yang kamu sukai (yaitu) pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat (waktunya). Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman.
         Firman Allah Swt.: {وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَى عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ وَهُوَ يُدْعَى إِلَى الإسْلامِ} Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah, sedangkan dia diajak kepada agama Islam? (Ash-Shaff: 7)

        Yakni tiada seorang pun yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kedustaan terhadap Allah dan mengadakan bagi-Nya tandingan-tandingan dan sekutu-sekutu, padahal dia diajak kepada agama tauhid dan memurnikan ketaatan hanya kepada Allah Swt. Karena itulah maka disebutkan dalam firman berikutnya: {وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ} Dan Allah tiada memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. (Ash-Shaff: 7) Kemudian disebutkan dalam firman berikutnya: {يُرِيدُونَ لِيُطْفِئُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ} Mereka ingin hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka. (Ash-Shaff: 8)

           Maksudnya, mereka berupaya menolak perkara yang hak dengan perkara yang batil. Perumpamaan mereka dalam hal ini sama dengan seseorang yang ingin memadamkan sinar mentari dengan mulutnya. Maka sebagaimana hal ini mustahil, begitu pula memadamkan cahaya (agama) Allah merupakan hal yang mustahil pula. Karena itulah dalam firman berikutnya disebutkan: {وَاللَّهُ مُتِمُّ نُورِهِ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ} dan Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya, meskipun orang-orang kafir benci. Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama, meskipun orang-orang musyrik benci. (Ash-Shaff: 8-9)

          Mengenai tafsir kedua ayat ini telah dikemukakan dalam tafsir surat At-Taubah dengan keterangan yang cukup. telah disebutkan hadis Abdullah ibnu Salam bahwa para sahabat berkeinginan untuk menanyakan kepada Rasulullah Saw. tentang amal perbuatan yang paling disukai oleh Allah Swt. untuk mereka kerjakan.
           Dari Abdullah Ibnu Mas’ud ra berkata, ‘Aku bertanya kepada Nabi Muhammad Saw tentang amalan yang paling disukai Allah Swt? beliau menjawab, Shalat pada waktunya. Kemudian apa? Kataku, beliau menjawab, “berbuat baik kepada kedua orangtua”. Kemudian apa? Kataku lagi. Beliau menjawab, “jihad fi sabilillah”. (HR. Bukhari&Muslim)
       Amalan-amalan yang dibahas dalam hadis ini adalah khusus tentang amal badaniyah atau yang dikerjakan anggota badan kita dan terlihat secara kasat mata. Sebab amalan hati yang paling disukai Allah tentu adalah iman kepada Allah Swt dan Rasul-Nya. Ibnu Daqiq al-‘Id menjelaskan dalam kitab Ihkamu al-Ahkam mengenai makna tentang tiga amalan yang paling disukai Allah Swt dalam hadis ini. Amalan pertama yang sangat dicintai Allah adalah Shalat. Berdasarkan hadis ini para ahli Fiqih mengatakan bahwa ibadah yang paling utama adalah shalat. Maksud Shalat pada waktunya bukan mengacu pada ketentuan awal waktu atau akhir waktu shalat. Akan tetapi yang ditekankan adalah menjaga agar jangan sampai shalat di luar waktunya dan jangan sampai meninggalkannya. Sebab Shalat merupakan amalan pertama yang akan dipertanyakan pertanggungjawabannya di padang mahsyar.
        Maka Allah menurunkan surat ini, yang antara lain ialah firman Allah Swt.: {يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَى تِجَارَةٍ تُنْجِيكُمْ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ} Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? (Ash-Shaff: 10)

         Kemudian perniagaan yang besar lagi tidak akan mengalami kerugian dan dapat menghantarkan untuk meraih tujuan dan melenyapkan semua halangan ditafsirkan oleh firman Allah Swt. berikutnya: {تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ} (Yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu jika kamu mengetahuinya. (Ash-Shaff: 11)

      Yakni lebih baik bagimu daripada perniagaan dunia, bersusah payah untuknya dan menyibukkan diri hanya dengan perniagaan dunia semata. Kemudian disebutkan dalam firman selanjutnya: {يَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ} niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu. (Ash-Shaff: 12)

       Jika kamu mengerjakan apa yang Kuperintahkan kepadamu dan apa yang telah Kutunjukkan kepadamu, niscaya Aku akan mengampuni semua kesalahan kamu dan memasukkan kamu ke dalam surga-surga yang penuh dengan tempat-tempat tinggal yang baik-baik serta derajat-derajat yang tinggi.
       Untuk itulah maka disebutkan oleh firman-Nya: {وَيُدْخِلْكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأنْهَارُ وَمَسَاكِنَ طَيِّبَةً فِي جَنَّاتِ عَدْنٍ ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ} dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam surga 'Adn. Itulah keberuntungan yang besar. (Ash-Shaff: 12)

MENURUT RIWAYAT HADIS
 TENTANG SYURGA YANG DI GAMBARKAN RASULULLAH SAW.,
        Imam Ahmad meriwayatkan daripada Sahl bin Saad, Rasulullah SAW bersabda, “Ahli-ahli syurga ini, apabila dia masuk sahaja ke dalam syurga dan ke bilik-biliknya, bagaikan ahli dunia yang melihat bintang-bintang yang bertaburan di langit.” Imam Ahmad juga pernah meriwayatkan, Abu Hurairah bertanya kepada Baginda,“Ya Rasulullah, jika kami boleh melihat kamu maka tenanglah hati kami dan menjadi ahli-ahli akhirat, tetapi saat kami berpisah denganmu maka kami hanyut dengan dunia yang menyebabkan kami lena dengan anak-anak dan isteri kami yang sering meracuni kami. Lalu Baginda menjawab, “Kalian ini tetap seperti ketika bersamaku walau dalam keadaan apa sekalipun. Malaikat akan berjabat tangan dengan kalian dan tangan-tangan mereka dan menziarahi kalian di rumah-rumah kalian. Jika kalian duduk denganku dan boleh ingat kepada Allah, mengapa apabila duduk bersama keluarga kalian tidak boleh mengingati Allah? Kerana nanti para malaikat akan datang merahmati dan mendoakan kalian, walaupun kalian berada di rumah. Seandainya kalian tidak pernah berdosa, Allah akan datangkan kaum yang melakukan dosa supaya Allah dapat mengampuni mereka.” Kemudian para sahabat berkata, “Ya Rasulullah, ceritakanlah kepada kami tentang syurga, bagaimana bentuk bangunan-bangunannya?” Baginda menceritakan batu-batanya diperbuat daripada emas dan perak, campuran simennya daripada minyak kasturi, kerikilnya daripada mutiara dan yakut. Tanahnya daripada za’faran dan sesiapa yang memasuki syurga akan bersenang-senang dan tidak akan susah, kekal dan tidak mati. Pakaian penghuni syurga tidak akan lusuh dan usia menjadi muda dan tidak akan punah ranah. Seterusnya Rasulullah berkata, tiga kelompok manusia yang doanya tidak pernah ditolak ialah pemerintah yang adil, orang yang berpuasa hingga tiba waktu berbuka dan doa orang-orang yang teraniaya. Doa itu dibawa awan lalu dibuka pintu-pintu langit dan Rabb tabaraka wataala menyebut, “Demi kehormatan-Ku, aku akan menolong walaupun tertunda doa kamu dimustajabkan oleh Allah. Aku akan menjawab setiap doa yang kamu pohon itu, akan sampai kepada-Ku. Adapun firman Allah sungai-sungai yang mengalir dibawahnya itu tanpa ada lubang-lubang di dalamnya.” Rasulullah sering menceritakan kepada para sahabat betapa indahnya syurga untuk memberi rangsangan kepada mereka. Pernah seorang tua Arab Badawi berkata kepada Baginda, “Ya Rasulullah, cerita-cerita kamu tentang bilik-bilik di dalam syurga ini, milik siapakah ya Rasulullah?” Baginda menjawab bahawa semuanya milik orang yang baik perkataannya, dan menjaga tutur katanya. Oleh itu elakkan menyebut perkataan yang tidak baik, jangan biasakan mulut dengan menyebut kalimah-kalimah yang boleh menyakiti hati orang yang mendengarnya dan jangan suka menulis perkara-perkara yang buruk dan caci-maki hingga menyebabkan akhirnya kita tidak melayakkan diri untuk menghuni syurga Allah. Selain itu orang yang suka memberi makan orang lain berhak memasuki syurga. Begitu juga golongan manusia yang solat pada waktu malam sedangkan manusia lain sedang nyenyak tidur. Saidina Ali pernah meriwayatkan Rasulullah menceritakan bahawa cantiknya syurga sehinggakan orang yang di luar boleh melihat orang di dalam dan orang di dalam boleh melihat orang di luar. Allah menyediakan syurga yang cantik sehingga jelas kelihatan butiran-butiran di dalamnya untuk manusia yang suka mengajak orang lain makan, orang yang lembut tutur katanya, orang yang sentiasa menjaga puasanya dan orang yang rajin berjaga malam di saat orang lain sedang tidur. Hadis yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Qais, Rasulullah SAW bersabda, bagi orang mukmin Allah sediakan bilik-bilik yang indah di dalam syurga dalam keadaan mutiara yang menjulang tinggi, jaraknya sepanjang 60 hasta dan ia memiliki keluarga-keluarga yang bergilir-gilir memasuki bilik itu tanpa dapat dilihat oleh orang lain. Ummu Habibah meriwayatkan Rasulullah pernah bersabda, “Sesiapa yang rajin mengerjakan solat sunat 12 rakaat sehari semalam, Allah akan binakan istana yang indah untuknya di dalam syurga.” Manakala Uthman bin Affan menyebut Rasulullah bersabda, “Sesiapa yang telah membina masjid di atas dunia untuk mengharapkan keredaan Allah, Allah akan bina secantik itulah istana untuknya di dalam syurga.” Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezeki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan: "Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu". Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di dalamnya. QS. Al-Baqarah [2] : 25 Selanjutnya disebutkan oleh firman-Nya: {وَأُخْرَى تُحِبُّونَهَا} Dan (ada lagi) karunia yang lain yang kamu sukai.

(Ash-Shaff: 13) Maksudnya, dan Aku tambahkan kepada kalian selain dari itu hal yang kamu sukai, yaitu: {نَصْرٌ مِنَ اللَّهِ وَفَتْحٌ قَرِيبٌ} pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat (waktunya). (Ash-Shaff: 13)

         Yaitu apabila kamu berperang di jalan Allah dan menolong agama-Nya, maka Allah akan menjamin menolongmu dan menjadikanmu menang. Seperti yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya: {يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ} Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (Muhammad: 7) {وَلَيَنْصُرَنَّ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ} Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Mahakuat lagi Mahaperkasa. (Al-Hajj: 40) Adapun firman Allah Swt.: {وَفَتْحٌ قَرِيبٌ} dan kemenangan yang dekat. (Ash-Shaff: 13) Yakni dekat waktunya dan segera kejadiannya. Tambahan ini merupakan kebaikan dunia yang disambung dengan nikmat di hari akhirat bagi orang-orang yang taat kepada Allah, Rasul-Nya, serta menolong Allah dan agama-Nya. Karena itulah maka disebutkan dalam firman selanjutnya: {وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ} Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman. (Ash-Shaff: 13)

No comments:

Post a Comment