TAFSIR QURAN DAN HADIS TABARUK,.
JILIK 2AYAT 1-2 SURAH SABA'
BISS MILLAH HIR RAHMAN NIR RAHIM.,
Saba’ – سبإ 1. alhamdu lillaahi alladzii lahu maa fii alssamaawaati wamaa fii al-ardhi walahu alhamdu fii al-aakhirati wahuwa alhakiimu alkhabiiru 2. ya’lamu maa yaliju fii al-ardhi wamaa yakhruju minhaa wamaa yanzilu mina alssamaa-i wamaa ya’ruju fiihaa wahuwa alrrahiimu alghafuuru
{الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي لَهُ مَا فِي السَّمَوَاتِ وَمَا فِي الأرْضِ وَلَهُ الْحَمْدُ فِي الآخِرَةِ وَهُوَ الْحَكِيمُ الْخَبِيرُ (1) يَعْلَمُ مَا يَلِجُ فِي الأرْضِ وَمَا يَخْرُجُ مِنْهَا وَمَا يَنزلُ مِنَ السَّمَاءِ وَمَا يَعْرُجُ فِيهَا وَهُوَ الرَّحِيمُ الْغَفُورُ (2) }
Segala puji bagi Allah yang memiliki apa yang di langit dan apa yang di bumi dan bagi-Nya (pula) segala puji di akhirat. Dan Dialah Yang Mahabijaksana lagi Maha Mengetahui. Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi, apa yang keluar darinya, apa yang turun dari langit, dan apa yang naik kepadanya. Dan Dialah Yang Maha Penyayang lagi Maha Pengampu.
Allah Swt. menceritakan perihal diri-Nya Yang Mahamulia,
Bahwa bagi-Nyalah segala puji yang mutlak di dunia dan di akhirat.
Karena Dialah Yang Memberi nikmat dan karunia kepada penduduk dunia dan akhirat,
Yang Memiliki semuanya itu, dan Yang Menguasai kesemuanya.
sebagai mana riwayat riwayat hadis tentang kata kata rasulullah gtentang asmak ullah yang mana maha mulia al-karim yang maha mulia,.,. sebagai mana hadis di bawah
Berikut ini beberapa penjelasan para ulama pakar bahasa Arab mengenai makna al-Karîm:
Ibnu Fâris rahimahullah menyebut bahwa asal kata karom (bentuk noun kata al-Karîm) menunjukkan dua makna, salah satunya adalah kemuliaan[1].
Ibnu Qutaibah rahimahullah berkata, “al-Karîm artinya pemaaf. Allah Azza wa Jalla adalah al-Karîm yang memaafkan dosa para hamba-Nya yang beriman”[2].
Al-Azhari rahimahullah mengartikannya dengan: ” al-Karîm salah satu dari sifat Allah Azza wa Jalla dan nama-Nya. Maknanya, yaitu dzat yang sangat banyak memiliki kebaikan, amat pemurah, pemberi nikmat dan keutamaan”. al-Karîm adalah nama yang mencakup segala sifat yang terpuji. Allah Azza wa Jalla adalah al-Karîm (Maha Mulia) amat terpuji segala perpuatan-Nya.[3]
Ibnu Manzhûr rahimahullah menjelaskan: ” al-Karîm salah satu dari sifat Allah Azza wa Jalla dan nama-Nya. Yakni dzat yang amat banyak memiliki kebaikan, amat pemurah lagi pemberi. Pemberian-Nya tidak pernah habis. Dia-lah Dzat Yang Maha Mulia secara mutlak. al-Karîm adalah nama mencakup segala kebaikan, kemuliaan dan keutamaan. Nama ini juga menghimpun segala hal yang terpuji. Allah Azza wa Jalla mempunyai nama al-Karîm (Maha Mulia) artinya amat terpuji dalam segala perpuatan-Nya, Rabb yang memiliki ‘Arsy yang mulia lagi agung”[4].
SELANJUTNYA penjabaran-makna-nama-allah-azza-wa-jalla-al-karim.
Sebagaimana yang disebutkan dalam ayat lain melalui,
firman-Nya.
{وَهُوَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلا هُوَ لَهُ الْحَمْدُ فِي الأولَى وَالآخِرَةِ وَلَهُ الْحُكْمُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ}
Dan Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan
Dia, bagi-Nyalah segala puji didunia dan Akhirat dan bagi-Nyalah segala penentuan dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan. (Al-Qasas: 70)
Karena itulah disebutkan dalam surat ini oleh firman-Nya:
{الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي لَهُ مَا فِي السَّمَوَاتِ وَمَا فِي الأرْضِ}
Segala puji bagi Allah yang memiliki apa yang di langit dan apa yang di bumi. (Saba: 1)
Yakni semuanya adalah milik-Nya dan hamba-hamba-Nya, serta berada di bawah kekuasaan dan pengaturan-Nya. Sebagaimana yang disebutkan oleh firman-Nya:
{وَإِنَّ لَنَا لَلآخِرَةَ وَالأولَى}
dan sesungguhnya kepunyaan Kamilah akhirat dan dunia. (Al-Lail: 13)
Kemudian Allah Swt. berfirman:
{وَلَهُ الْحَمْدُ فِي الآخِرَةِ}
dan bagi-Nya (pula) segala puji di akhirat. (Saba: 1)
Dialah yang berhak disembah selamanya lagi Yang dipuji sepanjang masa.
Firman Allah Swt.:
{وَهُوَ الْحَكِيمُ}
Dan Dialah Yang Mahabijaksana. (Saba: 1)
dalam semua ucapan, perbuatan, syariat, dan takdir-Nya.
{الْخَبِيرُ}
lagi Maha Mengetahui. (Saba: 1)
Tiada sesuatu pun yang tersembunyi lagi samar bagi-Nya, dan tiada sesuatu pun yang gaib (tidak kelihatan) oleh-Nya.
Malik telah meriwayatkan dari Az-Zuhri, bahwa makna yang dimaksud ialah Allah Maha Mengetahui makhluk-Nya lagi Mahabijaksana dalam perintah-Nya.
Karena itulah disebutkan dalam firman selanjutnya:
{يَعْلَمُ مَا يَلِجُ فِي الأرْضِ وَمَا يَخْرُجُ مِنْهَا}
Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi, apa yang keluar darinya. (Saba: 2)
Dia mengetahui bilangan tetesan air hujan yang tersebar di permukaan bumi, juga mengetahui bilangan biji-bijian yang ditanam di seluruh permukaan bumi, dan mengetahui apa yang bakal keluar darinya bilangannya, caranya, dan spesifikasinya.
{وَمَا يَنزلُ مِنَ السَّمَاءِ وَمَا يَعْرُجُ فِيهَا}
apa yang turun dari langit, dan apa yang naik kepadanya. (Saba: 2)
Allah mengetahui hujan yang turun dari langit dan rezeki, dan mengetahui pula amal-amal saleh dan lain-lainnya yang naik ke langit.
{وَهُوَ الرَّحِيمُ الْغَفُورُ}
Dan Dialah Yang Maha Penyayang lagi Maha Pengampun. (Saba: 2)
Yakni Maha Penyayang kepada hamba-hamba-Nya, maka Dia tidak menyegerakan siksaan-Nya terhadap orang-orang yang durhaka; dan Maha Pengampun terhadap dosa-dosa orang-orang yang mau bertobat kepada-Nya dan bertawakal kepada-Nya.
No comments:
Post a Comment