Saturday, 11 May 2019

AYAT 20-21 SABA'

  TAFSIR QURAN DAN HADIS TABARUK,.
    JILIK 2 AYAT 20-21 SURAH SABA'

        BISS MILLAH HIR RAHMAN NIR RAHIM,..,
   20. walaqad shaddaqa ‘alayhim ibliisu zhannahu faittaba’uuhu illaa fariiqan mina almu/miniina
21. wamaa kaana lahu ‘alayhim min sulthaanin illaa lina’lama man yu/minu bial-aakhirati mimman huwa minhaa fii syakkin warabbuka ‘alaa kulli syay-in hafiizhun     

           {وَلَقَدْ صَدَّقَ عَلَيْهِمْ إِبْلِيسُ ظَنَّهُ فَاتَّبَعُوهُ إِلا فَرِيقًا مِنَ الْمُؤْمِنِينَ (20) وَمَا كَانَ لَهُ عَلَيْهِمْ مِنْ سُلْطَانٍ إِلا لِنَعْلَمَ مَنْ يُؤْمِنُ بِالآخِرَةِ مِمَّنْ هُوَ مِنْهَا فِي شَكٍّ وَرَبُّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ حَفِيظٌ (21) }

       Dan sesungguhnya iblis telah dapat membuktikan kebenaran sangkaannya terhadap mereka, lalu mereka mengikutinya, kecuali sebagian orang-orang yang beriman. Dan tidak adalah kekuasaan iblis terhadap mereka, melainkan hanyalah agar Kami dapat membedakan siapa yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat dan siapa yang ragu-ragu tentang itu. Dan Tuhanmu Maha Memelihara segala sesuatu. Setelah menceritakan perihal negeri Saba dan akibat yang diterima mereka karena mengikuti hawa nafsu dan setan, lalu Allah menceritakan perihal orang-orang yang semisal dengan mereka dari kalangan orang-orang yang mengikuti iblis, hawa nafsu, dan menentang kebenaran serta jalan petunjuk.

      DARI AYAT YANG LALU YANG MANA PEDETA YAHUDI DAN NASRANI YANG BERIMAN KETIKA MANA BERTEMU RASULULLAH DAN BERTANYA TENTANG ROH DAN BAGAI MANA ROH ORANG YANG MATI DI SEKSA DAN DI AZAB DI MANA DAN BAGAI MANA LALU RASULULLAH MENJAWAP TENTANG ROH ADALAH URUSAN TUHAN KU ,.,.
     DARI SINI LAH PENDETA2 YAHUDI DAN NASRANI TERUS MENERUS DENGAN PERSOALAN MEREKA HINGGA DIKATAKAN TERPEDAYA DENGAN DAKYAH SYAITAN DAN IBLIS HINGGA MANA MEREKA MENGIKUT NAWA NAFSU DAN MENJADI SEBAGAIAN DARI PENGIKUT IBLIS.,,.
        Untuk itu Allah Swt.menyebutkan dalam firman-Nya:
{وَلَقَدْ صَدَّقَ عَلَيْهِمْ إِبْلِيسُ ظَنَّهُ}
Dan sesungguhnya iblis telah dapat membuktikan kebenaran sangkaannya terhadap mereka.
 (Saba: 20)
              Ibnu Abbas r.a. dan lain-lainya mengatakan sehubungan dengan makna ayat ini, bahwa makna ayat ini sama dengan kisah Allah tentang iblis ketika membangkang tidak mau sujud kepada Adam a.s., padahal Dia telah memerintahkan kepadanya untuk melakukan hal itu. Kemudian iblis berkata, seperti yang disitir oleh firman-Nya: {أَرَأَيْتَكَ هَذَا الَّذِي كَرَّمْتَ عَلَيَّ لَئِنْ أَخَّرْتَنِ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ لأحْتَنِكَنَّ ذُرِّيَّتَهُ إِلا قَلِيلا} Terangkanlah kepadaku inikah orangnya yang Engkau muliakan atas diriku? Sesungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai hari kiamat, niscaya benar-benar akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebagian kecil (Al-Isra: 62)

       Dan firman-Nya: {ثُمَّ لآتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ وَلا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ} kemudian saya akan datangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau-tidak akan mendapatkan sebagian besar dari mereka bersyukur (taat). (Al-A'raf: 17) Ayat-ayat yang menceritakan hal ini cukup banyak. Al-Hasan Al-Basri mengatakan bahwa ketika Allah menurunkan Adam a.s. dari surga disertai dengan Hawa, iblis merasa gembira dengan musibah yang menimpa keduanya. Lalu iblis berkata, "jika kedua orang tua itu dapat saya goda, maka terlebih lagi keturunannya, pasti lebih lemah." Hal ini adalah dugaan sepihak dari iblis. Maka Allah menurunkan firman-Nya: Dan sesungguhnya iblis telah dapat membuktikan kebenaran sangkaannya terhadap mereka, lalu mereka mengikutinya, kecuali sebahagian orang-orang yang beriman.
(Saba: 20).

          Saat itu juga iblis berkata,
                "Aku tidak akan berpisah dari anak Adam selama di dalam tubuhnya masih terdapat roh.               Aku akan mengumbar janji dan memberikan angan-angan kepadanya dan akan kutipu dia." Maka Allah Swt. menjawab, "Demi Keagungan dan Kemuliaan-Ku, Aku tidak akan menutup pintu tobat-Ku darinya selama nyawanya masih belum meregang, dan tidak sekali-kali dia berdoa kepada-Ku melainkan Aku mencintainya, dan tidak sekali-kali dia meminta kepada-Ku melainkan Aku memberinya, dan tidak sekali-kali dia meminta ampun kepada-Ku melainkan Kuberikan ampunan baginya." Demikianlah menurut apa yang diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim.Firman Allah Swt.: {وَمَا كَانَ لَهُ عَلَيْهِمْ مِنْ سُلْطَانٍ} Dan tidak adalah kekuasaan iblis terhadap mereka. (Saba: 21)
Ibnu Abbas r.a. mengatakan bahwa makna sultan ialah hujah.
Al-Hasan Al-Basri mengatakan,
                 "Demi Allah, iblis tidak memukul mereka dengan tongkat dan tidak pula memaksa mereka untuk mengerjakan sesuatu, tiada yang dilakukan oleh iblis kecuali tipuan, dan melalui angan-angan yang diembuskannya kepada mereka untuk mengerjakannya, lalu mereka mengikutinya." **********

        Firman Allah Swt.: {إِلا لِنَعْلَمَ مَنْ يُؤْمِنُ بِالآخِرَةِ مِمَّنْ هُوَ مِنْهَا فِي شَكٍّ}
melainkan hanyalah agar Kami dapat membedakan siapa yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat dan siapa yang ragu-ragu. (Saba: 21) Sesungguhnya Kami membiarkan iblis menggoda mereka tiada lain agar tampak nyata perkara mereka, siapakah yang beriman kepada hari kemudian, adanya hari kiamat, dan hisab serta pembalasan. Yang karena itu ia menyembah Tuhannya dengan baik di dunia, dan siapakah yang meragukan hal tersebut di antara mereka. Firman Allah Swt.: {وَرَبُّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ حَفِيظٌ} Dan Tuhanmu Maha Memelihara segala sesuatu. (Saba: 21) Yakni sekalipun Dia telah memelihara, tetapi masih ada juga yang sesat, yaitu orang-orang yang mengikuti jejak iblis. Dan berkat pemeliharaan­Nya, maka selamatlah orang-orang mukmin yang ditakdirkan selamat, yaitu mereka yang mengikuti jejak rasul-rasul-Nya.

No comments:

Post a Comment