TAFSIR QURAN DAN HADIS TABARUK,.
JILIK 2 AYAT 3 AT TAUBAH
BISS MILLAH HIR RAHMAN NIRRAHIM ,.,.
Wa azaanum minal laahi wa Rasooliheee ilan naasi yawmal Hajjil Akbari annal laaha bareee'um minal mushrikeena wa Rasooluh; fa-in tubtum fahuwa khairullakum wa in tawallaitum fa'lamooo annakum ghairu mu'jizil laah; wa bashiril lazeena kafaroo biazaabin aleem (AT-TAUBAH 3)
“Dan (inilah) suatu permakluman daripada Allah dan Rasul-Nya kepada umat manusia pada hari haji akbar bahwa Sesungguhnya Allah dan RasulNya berlepas diri dari orang-orang musyrikin. kemudian jika kamu (kaum musyrikin) bertobat, Maka bertaubat itu lebih baik bagimu; dan jika kamu berpaling, Maka ketahuilah bahwa Sesungguhnya kamu tidak dapat melemahkan Allah. dan beritakanlah kepada orang-orang kafir (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih.” (at-Taubah: 3)
Allah berfirman dan pemberitahuan; minallaaHi wa rasuuliHi (“Dari Allah dan Rasul-Ny”) dan peringatan kepada segenap manusia. Yaumal hajjil akbari (“pada hari haji akbar”) Yaitu, hari pelaksanaan penyembelihan hewan kurban, yang merupakan hari pelaksanaan ibadah haji yang paling utama, paling menonjol dan paling agung.
annallaaHa barii-um minal musyrikiina wa rasuuluHu (“Bahwa Allah dan Rasul-Nya berlepas diri dari orang-orang musyrik.”) yakni, berlepas diri dari mereka juga. Kemudian menyeru mereka untuk bertaubat kepada Allah; fa in tubtum (“Jika kamu bertaubat.”) Yakni, dari perbuatan syirik dan kesesatan yang masih kamu lakukan. faHuwa khairul lakum wa in tawallaitum (“Maka yang demikian lebih baik bagi kamu dan jika kamu berpaling.”) Yakni, terus melakukan perbuatan tersebut. Fa’lamuu annakum ghairu mu’jizillaaHi (“Maka ketahuilah, bahwasanya kamu tidak mampu melemahkan Allah,”) akan tetapi Allahlah Dzat yang Mahamampu, kamu berada dalam genggaman, kekuasaan dan kehendak-Nya.
Wa basysyiril ladziina kaafaruu bi’adzaabin aliim (“Dan kabarkan kepada orang-orang kafir itu [bahwa mereka akan mendapat] adzab [siksa] yang pedih. “) Yakni, di dunia dengan kehinaan dan kesengsaraan dan di akhirat dengan rantai-rantai yang membelenggu.
Al-Bukhari rahimahullah berkata, `Abdullah bin Yusuf bercerita kepada kami, al-Laits bercerita kepada kami, ‘Uqail bercerita kepadaku, dari Ibnu Syihab, ia berkata, Humaid bin `Abdurrahman memberitahuku, bahwasanya Abu Hurairah berkata: “Aku diutus Abu Bakar pada haji tersebut orang-orang yang ditugasi menyampaikan berita pada hari penyembelihan kurban. Mereka menyampaikan berita di Mina, bahwa setelah tahun ini tidak boleh ada seorang musyrik pun melakukan haji dan melakukan thawaf dengan telanjang.” Humaid berkata: “Kemudian Nabi menyambungnya dengan mengutus `Ali bin Abi Thalib dan menyuruhnya untuk menyampaikan berita pemutusan hubungan.”
Abu Hurairah berkata: “Lalu `Ali menyampaikan berita bersama kami kepada orang-orang di Mina pada hari penyembelihan kurban tentang pemutusan hubungan dan bahwa setelah tahun ini tidak musyrik pun yang boleh melakukan haji dan melakukan thawaf dengan telanjang.”
Al-Bukhari juga meriwayatkan, Abul Yaman bercerita kepada kami, Syu’aib memberitahu kami, dari az-Zuhri, Humaid bin `Abdurrahman memberitahuku, bahwa Abu Hurairah berkata: Abu Bakar mengutusku bersama orang-orang yang diutus untuk menyampaikan berita pada hari penyembelihan kurban di Mina, bahwa setelah tahun ini tidak boleh ada seorang musyrik pun yang melakukan haji dan melakukan thawaf dengan telanjang. Haji Akbar adalah hari penyembelihan hewan kurban.
Disebut Akbar untuk menjawab ucapan sebagian orang yang mengatakannya sebagai Haji Ashghar (paling kecil). Maka Abu Bakar bergabung bersama mereka pada tahun itu. Dan pada tahun pelaksanaan haji wada’ -yang mana pada saat itu Rasulullah saw. melakukan haji- tidak seorang musyrik pun yang ikut melakukan haji.” Inilah lafazh yang diterangkan oleh al-Bukhari dalam kitab al Jihad.
Imam Ahmad berkata dari Anas bin Malik ra, bahwa Rasulullah mengutusnya bersama Abu Bakar untuk menyampaikan berita pemutusan hubungan. Ketika sampai di Dzul Hulaifah, ia berkata, tidak ada yang menyampaikannya kecuali aku dan seorang laki-laki dari keluargaku. Maka ia diutus bersama `Ali bin Abi Thalib. Dan at-Tirmidzi meriwayatkannya juga dalam at-Tafsir, lalu berkata: “Hadits ini hasan gharib, dari hadits Anas ra.”
No comments:
Post a Comment