TAFSIR QURAN DAN HADIS TABARUK,
JILIK 2 AT-TAUBAH.,
Surat At-Taubah Ayat 123
BISS MILLAH HIRRAHMAN NIRRAHIM,..,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قَاتِلُوا الَّذِينَ يَلُونَكُمْ مِنَ الْكُفَّارِ وَلْيَجِدُوا فِيكُمْ غِلْظَةً ۚ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ
Arab-Latin: Yā ayyuhallażīna āmanụ qātilullażīna yalụnakum minal-kuffāri walyajidụ fīkum gilẓah, wa'lamū annallāha ma'al-muttaqīn
“Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kalian itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan dari kalian, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.”
TAFSIR ULAMAK HADIS AYAT (At-Taubah ayat 123)
DALAM KITAB JIHAT DAN SIRAH ,.,. TERDAPAT HADIS YANG MENERANGKAN TENTANG PENGERTIAN JIHAT,.,.SEANDAINYA SESEORANG SENDIRIAN MELAWAN SERIBU ORANG MUSRIK, MAKA HAL ITU TIADA MENGAPA JIKA DIA YAKIN DIRINYA BISA SELAMAT ATAU SETIDAKNYA DIA BISA MEMBERIKAN KERUGIAN KEPADA MUSUH (KAFIR MUSRIKIN) PENYEMBAH BERHALA, ' (TAFSIR AL-QURTUBI 2/364)
Dalam Lisan al-‘Arab karangan Ibn Manzur, jihad bermaksud bersungguh-sungguh mencurahkan sehabis daya dalam peperangan, menggunakan lidah atau menggunakan apa sahaja yang mampu dilakukannya.
Al-Qastalani dalam Irsyad al-Sari Syarh Sahih al-Bukhari mentakrifkan jihad sebagai memerangi orang-orang kafir untuk membela Islam dan meninggikan ajaran Allah s.w.t.
Bab Harus Menyerang Orang Kafir Yang Sampai Seruan Dakwah Islam Kepada Mereka Tanpa Terlebih Dahulu Menyeru Kepada Islam Ketika Hendak Menyerang..
Yahya bin Yahya al-Tamimi telah meriwayatkan kepada kami, katanya: Sulaim bin Akhdhor telah meriwayatkan kepada kami daripada Ibnu ‘Aun, beliau berkata: “Aku telah menulis surat[2]
kepada Nafi’[3]
Untuk bertanya dia tentang menyeru seruan kepada orang-orang kafir (kepada Islam) sebelum memerangi mereka. Perawi berkata: “Dia membalas surat aku (katanya seruan kepada Islam) itu hanyalah di permulaan Islam. Rasulullah s.a.w.[4]
pernah menyerang Bani Mustoliq ketika mereka sedang leka dan binatang-binatang ternakan mereka sedang minum air. Nabi s.a.w. membunuh orang-orang yang berperang di antara mereka dan menawan tawanan.[5]
Nabi s.a.w. mendapat pada hari itu. Yahya berkata: Saya rasa dia (Sulaim bin Akhdhor) berkata: (Pada hari itu Nabi s.a.w. mendapat) Juwairiyah atau beliau berkata dengan pasti: (Nabi s.a.w. mendapat) anak perempuan al-Harits.[6]
Hadits ini telah diriwayatkan kepada saya oleh Abdullah bin ‘Umar dan beliau turut menyertai pasukan tentera itu
Allah Swt. memerintahkan kepada orang-orang mukmin untuk memerangi orang-orang kafir secara bertahap, mulai dari yang paling dekat jangkauannya dengan negeri Islam. Karena itulah Rasulullah Saw. mulai memerangi kaum musyrik di Jazirah Arabia terlebih dahulu.
Pada tahun sepuluh Hijriah Nabi Saw. sibuk dengan haji wada’nya. Tidak lama kemudian, beliau wafat, yaitu delapan puluh satu hari sesudah menunaikan haji wada’nya. Allah telah memilihnya untuk tinggal di sisi-Nya.
Kemudian urusannya dipegang oleh penggantinya, yaitu Khalifah Abu Bakar As-Siddiq r.a. Saat itu agama mulai agak menyimpang dan hampir saja goyah, lalu ditegakkan lagi oleh Allah Swt. melalui Khalifah Abu Bakar. Maka Abu Bakar mulai mengukuhkan pilar-pilarnya, memperkuat pondasi agama, menghajar orang-orang yang murtad dari agamanya hingga ke akar-akarnya, serta mengembalikan ahli riddah kepada Islam. Dia memungut zakat dari orang-orang yang membandel tidak mau bayar zakat, dan menjelaskan kebenaran kepada orang-orang yang tidak mengerti. Dia melanjutkan misi yang dirintis oleh Rasulullah Saw.
Setelah dijelaskan pentingnya memperdalam pengetahuan agama dan menyebarluaskannya kepada masyarakat luas, lalu dijelaskan sikap ketika menghadapi orang kafir yang memusuhi orang mukmin. Wahai orang-orang yang beriman! perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu apabila mereka memerangi kamu, dan hendaklah mereka merasakan, mengetahui dan menyaksikan sikap tegas dan semangat juang yang tinggi darimu, dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang bertakwa. Oleh karena itu jangan pernah putus asa apalagi menyerah. Setelah dijelaskan kebolehan orang mukmin memerangi orang yang melakukan penyerangan, lalu dijelaskan perbedaan antara orang munafik dengan orang yang beriman apabila mendengar bacaan alqur'an. Dan apabila diturunkan suatu surah dari Al-Qur'an yang berisi ajakan beriman, maka di antara mereka, yakni orang-orang munafik ada yang berkata sebagai nada ejekan, siapakah di antara kamu, sesama munafik, yang bertambah imannya dengan turunnya surah ini' adapun orang-orang yang beriman, maka surah yang diturunkan ini menambah imannya yang selama ini sudah tertanam di dada mereka, dan mereka merasa gembira dengan bertambahnya pengetahuan mereka lantaran ayat-ayat tersebut.
No comments:
Post a Comment