Friday, 1 February 2019

AYAT 26-28 AN NISAA

TAFSIR QURAN DAN HADIS TABARUK
JILIK 2 ANNISA 26-28

BISMILLAHIRAHMANNIRRAHIM,.
Yuridulla_hu liyubayyina lakum wa yahdiyakum sunanal lazina min qablikum wa yatu_ba 'alaikum, walla_hu'alimun hakim(un). 4:27 Ayat 27 Quran, Surah An-Nisaa, Ayat 27 Walla_hu yuridu ay yatu_ba'alaikum, wa yuridul lazina yattabi'u_nasy syahawa_ti an tamilu_ mailan 'azima_(n). 4:28 Ayat 28 Quran, Surah An-Nisaa, Ayat 28 Yuridulla_hu ay yukhaffifa'ankum, wa khuliqal insa_nu da'ifa_(n).


“Allah hendak menerangkan (hukum syari’at-Nya) kepadamu, dan menunjukimu kepada sunnah-sunnah orang yang sebelum kamu (para Nabi dan shaalihiin) dan (hendak) menerima taubatmu. Dan Allah Mahamengetahui lagi Mahabijaksana. (QS. 4:26) Dan Allah hendak menerima taubatmu, sedang orang-orang yang mengikuti hawa nafsunya bermaksud supaya kamu berpaling sejauh jauhnya (dari kebenaran). (QS. 4:27) Allah bendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah. (QS. 4:28)” (an-Nisaa’: 26-28)

        DALAM AYAT INI Allah mengabarkan bahwa Dia hendak menjelaskan bagi kalian hai orang-orang yang beriman, apa yang dihalalkan dan diharamkan untuk kalian sebagaimana yang telah disebutkan dalam surat ini dan surat-surat lainnya.

        Wa yaHdiyakum sunanal ladziina min qablikum (“Dan menunjukimu kepada sunah-sunah orang yang sebelum kamu.”) yaitu jalan-jalan mereka yang terpuji mengikuti syari’at yang dicintai dan diridhai-Nya. Wa yatuuba ‘alaikum (“dan hendak menerima taubatmu,”) dari dosa dan pelanggaran perkataan-perkataan-Nya.

         Islam merupakan agama yang syumul mencakupi seluruh aspek yangdiperlukan oleh manusia meliputi akidah, ibadah, muamalah, munakahah, jenayah dan akhlak. Dengan erti kata lain agama Islam telah menentukanhukum, undang-undang dan peraturan terhadap semua perkara yangmenyentuh perbuatan dan kehidupan manusia. Matlamat pensyariatan hukumIslam ini adalah bertujuan untuk meraikan kehidupan manusia sejagat. Justeruitu bagi merealisasikan tujuan tersebut Allah S.W.T telah menjelaskan kepadamanusia melalui hukum-hukum yang telah diterjemahkan di dalam agamaIslam.

           sabda Rasulullah S.A.W.yang berbunyi : “ Mencari yang halal adalah suatu kewajipan ke atas setiap Muslim. ” (Hadis riwayat al-Tabarani dengan sanad yang baik) Bagi perkara yang halal, secara mutlak kita dituntut mencarinyasebagaimana dijelaskan melalui hadis di atas manakala bagi perkara yang haramsecara mutlak dituntut untuk meninggalkannya dan bagi perkara syubhah pulaamat perlu dijauhinya. Penetapan konsep halal dan haram sangat jelas di dalamIslam.

           Ianya sebagaimana yang telah digambarkan oleh Rasulullah dalambeberapa hadis Baginda S.A.W Firman Allah: wa yuriidul ladziina yattaba’uunasy-syaHawaati an tamiiluu mailan ‘adhiiman (“Sedang orang-orang yang mengikuti hawa nafsunya bermaksud supaya kamu berpaling sejauh jauhnya.”) Yaitu, para pendukung syaitan dari golongan Yahudi, Nasrani, dan para pezina bermaksud agar kalian berpaling dari kebenaran menuju kebathilan sejauh-jauhnya. yuriidullaaHu ay yukhaffifa ‘ankum (“Allah hendak memberikan keringanan kepadamu”) dalam syari’at, perintah-perintah, larangan-larangan dan ketentuan-ketentuan-Nya bagi kalian. Untuk itu, dibolehkan menikahi para budak wanita dengan beberapa syarat, sebagaimana kata Mujahid dan lain-lain. Wa khuliqal insaanu dla’iifan (“Dan manusia dijadikan bersifat lemah.”) Keringanan itu sesuai dengan kelemahan diri manusia, tekad dan kemauannya. Ibnu Abi Hatim mengatakan dari Ibnu Thawus dari ayahnya, ia berkata tentang: Wa khuliqal insaanu dla’iifan (“Dan manusia dijadikan bersifat lemah.”) Yaitu, dalam urusan wanita. Waki’ berkata: “Akalnya (laki-laki) hilang ketika di sisi wanita.”

No comments:

Post a Comment