TAFSIR QURAN DAN HADIS TABARUK
JILIK 2 AN NISAA , 75 -76
BISS'MILLAH'HIR'RAHMAN'NIR'RAHIM,.
Quran, Surah An-Nisaa, Ayat 75
Wa ma_ lakum la_ tuqa_tilu_na fi sabililla_hi wal mustad'afina minar rija_li wan nisa_'i walwilda_nil lazina yaqu_lu_na rabbana_ akhrijna_ min ha_zihil qaryatiz za_limi ahluha_, waj'al lana_ mil ladunkawaliyya_(n), waj'al lana_ mil ladunka nasira_(n).
4:76
Ayat 76
Quran, Surah An-Nisaa, Ayat 76
Allazina a_manu_ yuqa_tilu_na fi sabililla_h(i), wallazina kafaru_ yuqa_tilu_na fi sabilit ta_gu_ti fa qa_tilu_ auliya_'asy syaita_n(i), inna kaidasy syaita_ni ka_na da'ifa_(n).
“Mengapa kamu tidak mau berperang dijalan Allah dan (membela) yang lemah baik laki-laki, wanita-wanita, maupun anak-anak, yang semuanyaya berdo’a: ‘Ya Rabb kami, keluarkanlah kami dari negeri ini,’ yang dhalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau berilah kami penolong dari sisi Engkau.’ (QS. 4:75) Orang-orang yang beriman herperang di jalan Allah dan orang-orang yang kafir berperang dijalan tbaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu, karena sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah. (QS. 4:76)”
(an-Nisaa’: 75-76)Ayat 75-79 masih menjelaskan tentang sebab dan tujuan berperang dalam Islam dan hubungan antara perang dan kematian. Adapun di antara sebab berperang dalam Islam ialah karena terjadi penindasan oleh orang-orang kafir terhadap kaum muslim sehingga terjadi kezaliman di mana-mana dan penindasan terhadap manusia. Adapun tujuan berperang dalam Islam tidak lain adalah di jalan Allah dalam rangka menumpas kezaliman dan menegakkan agama Allah yang adil, yakni Islam. Adapun orang-orang kafir, mereka berperang di jalan į¹aghut (sistem jahiliyah), baik yang datang dari setan maupun hawa nafsu duniawi.
Sebab itu, sebelum berperang di jalan Allah maka kaum muslimin harus terlebih dulu menyiapkan diri dan mental melalui salat, zakat dan berbagai ibadah lain, karena berperang itu adalah kewajiban yang amat berat dan di dalamnya terdapat godaan yang amat besar pula, baik dari dalam diri maupun dari luar diri. Karenanya, jangan meminta-minta berperang sebelum skenario Allah tiba.
Perang dan kematian tidak ada hubungannya.
Di mana saja kita pasti mati, karena kematian itu kaitannya dengan ajal. Kalau ajal sudah tiba, kematian pun terjadi. Yang baik ataupun buruk terjadi dengan izin Allah. Yang buruk disebabkan kesalahan diri sendiri. Yang baik murni dari Allah. Rasul saw. sudah menjelaskan semua itu. Allah adalah saksinya.
Allah memberikan dorongan kepada hambanya yang beriman untuk berjihad di jalan-Nya, serta berupaya menyelamatkan orang-orang yang tertindas di kota Makkah, baik laki-laki, wanita, maupun anak-anak yang sudah sangat jenuh untuk tinggal di sana. Untuk itu Allah berfirman: Alladziina yaquuluuna rabbanaa akhrijnaa min HaadziHil qaryati (“Yang semuanya berdo’a: ‘Ya Rabb kami, keluarkanlah kami dari negeri ini.”) Yaitu Makkah, seperti firman Allah yang yang artinya:
“Dan betapa banyak negeri-negeri yang [pendudukinya] lebih kuat dari [penduduk] negerimu [Muhammad] yang telah mengusirmu itu.” (QS. Muhammad: 13)
Kemudian, disifati dengan firman-Nya:
Adh-dhaalimi aHluHaa waj’al lanaa mil ladunka waliyyaw waj’al lanaa mil ladunka nashiiran (“Yang dhalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau dan berilah kami penolong dari sisi Engkau.”) Yaitu, jadikanlah untuk kami pelindung dan penolong dari sisi-Mu.
Al-Bukhari meriwayatkan dari Ubaidillah, ia berkata: “Aku mendengar Ibnu ‘Abbas berkata: `Dahulu aku dan ibuku termasuk orang-orang yang tertindas.”‘
Kemudian Allah berfirman: alladziina aamanuu yuqaatiluuna fii sabiilillaaHi wal ladziina kafaruu yuqaatiluuna fii sabiilith thaaghuuti (“Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut.”) Yaitu orang-orang yang beriman, mereka berperang dalam taat kepada Allah dan mencari keridhaan-Nya. Sedangkan orang-orang kafir berperang dalam rangka taat kepada syaitan.
Kemudian Allah mendorong kaum mukminin untuk memerangi musuh dengan firman-Nya: faqaatiluu auliyaa-usy syaithaani inna kaidasy syaithaani kaana dla’iifan (“Sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu, karena sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah.”)
&
No comments:
Post a Comment