TAFSIR QURAN DAN HADIS TABARUK,.
JILIK 2 ,.AN NISAA 59,
BIS,MILLAHIR,RAHMANNIR,RAHIM.,
Quran, Surah An-Nisaa, Ayat 59
Ya_ ayyuhal lazina a_manu_ ati'ulla_ha wa ati'ur rasu_la wa ulil amri minkum, fa in tana_za'tum fi syai'in fa ruddu_hu ilalla_hi war rasu_li in kuntum tu'minu_na billa_hi wal yaumil a_khir(i), za_lika khairuw wa ahsanu ta'wila_(n).
“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan Ulil Amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (al-Qur’an) dan Rasul (Sunnah-nya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu adalah lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (QS. an-Nisaa’: 59)
Al-Bukhari meriwayatkan dari Ibnu `Abbas, ia berkata tentang firman-Nya,”Taatilah Allah dan taatilah Rasul(Nya) dan lllil Amri di antara kamu. ” Ayat ini turun berkenaan denganAbdullah bin Hudzafah bin Qais bin `Adi, ketika diutus oleh Rasulullahdi dalam satu pasukan khusus. Demikianlah yang dikeluarkan oleh seluruhjama’ah kecuali Ibnu Majah.
Imam Ahmad meriwayatkan dari ‘Ali, ia berkata: “Rasulullah mengutus satu pasukan khusus dan mengangkat salah seorang Anshar menjadi komandan mereka. Tatkala mereka telah keluar, maka ia marah kepada mereka dalam suatu masalah, lalu ia berkata: `Bukankah Rasulullah memerintahkan kalian untuk mentaatiku?’ Mereka menjawab: `Betul.’ Dia berkata lagi: `Himpunlah untukku kayu bakar oleh kalian.’ Kemudian ia meminta api, lalu ia membakarnya, dan ia berkata: `Aku berkeinginan keras agar kalian masuk ke dalamnya.’ Maka seorang pemuda di antara mereka berkata: `Sebaiknya kalian lari menuju Rasulullah dari api ini. Maka jangan terburu-buru (mengambil keputusan) sampai kalian bertemu dengan Rasulullah perintahkan kalian untuk masuk ke dalamnya, maka masuklah.’ Lalu mereka kembali kepada Rasulullah dan mengabarkan tentang hal itu.
Maka Rasulullah pun bersabda kepada mereka: ’Seandainya kalian masuk ke dalam api itu, niscaya kalian tidak akan keluar lagi selama-lamanya. Ketaatan itu hanya pada yang ma’ruf”‘. (Dikeluarkan dalam kitab ash-Shahihain dari hadits al-A’masy).
Abu Dawud meriwayatkan dari `Abdullah bin `Umar bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Dengar dan taat adalah kewajiban seorang muslim, suka atau tidak suka, selama tidak diperintah berbuat maksiat. Jika diperintahkan berbuat maksiat, maka tidak ada kewajiban mendengar dan taat.” (Di keluarkan pula oleh al-Bukhari dan Muslim dari hadits Yahya al-Qaththan).
Dari `Ubadah bin ash-Shamit, ia berkata: “Kami dibai’at oleh Rasulullah saw. untuk mendengar dan taat di waktu suka dan tidak sukanya kami, dan diwaktu sulit dan mudahnya kami, serta diwaktu diri sendiri harus diutamakan dan agar kami tidak mencabut kekuasaan dari penguasa, beliau bersabda: `Kecuali kalian melihat kekafiran yang nyata dan kalian memiliki bukti dari Allah.’” (Dikeluarkan oleh al-Bukhari dan Muslim).
Dalam hadits lain dari Anas ra, bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Dengarkanlah dan taatilah oleh kalian! Sekalipun yang dijadikan penguasa untuk kalian adalah seorang budak Habasyah (Ethiopia) yang kepalanya (rambutnya) seakan-akan kismis.” (HR. Al-Bukhari).
Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, ia berkata: “Kekasihku (Rasul saw.) berwasiat padaku, bahwa aku harus mendengarkan dan mentaati, sekalipun dia adalah budak Habasyah yang terpotong anggota tubuhnya.” (HR. Muslim).
Diriwayatkan dari Ummul Hushain, bahwa ia mendengar Rasulullah saw. bersabda dalam khutbah haji wada’: “Sekalipun yang memerintahkan kalian adalah seorang budak yang memimpin kalian dengan Kitabullah, maka dengarkanlah dan taatilah.” (HR. Muslim).
Di dalam lafazh lain: “Sekalipun budak Habasyah yang terpotong (anggota tubuhnya).”
Diriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Dahulu Bani Israil dipimpin oleh para Nabi. Setiap kali wafat satu Nabi, maka Nabi berikutnya menggantikannya. Sesungguhnya tidak ada lagi Nabi sesudahku, yang ada hanyalah para Khalifah yang banyak sekali.” Mereka bertaQuran, Surah An-Nisaa, Ayat 59
Ya_ ayyuhal lazina a_manu_ ati'ulla_ha wa ati'ur rasu_la wa ulil amri minkum, fa in tana_za'tum fi syai'in fa ruddu_hu ilalla_hi war rasu_li in kuntum tu'minu_na billa_hi wal yaumil a_khir(i), za_lika khairuw wa ahsanu ta'wila_(n).nya: “Ya Rasulullah. Apa yang engkau perintahkan kepada kami?” Beliau bersabda: “Tunaikanlah bai’at yang pertama, kemudian yang selanjutnya, dan berikanlah oleh kalian hak mereka. Sesungguhnya Allah akan meminta pertanggungjawaban mereka, tentang rakyat yang mereka pimpin.” (Dikeluarkan oleh al-Bukhari dan Muslim).
No comments:
Post a Comment