Saturday, 6 July 2019

AYAT 52-54 AT-TAUBAH,.,.

TAFSIR QURAN DAN HADIS TABARUK.
JILIK 2AYAT 52-54 AT-TAUBAH,.,.,.

BISS MILLAH HIR RAHMAN NIR RAHIM,.,.

At-Taubah Ayat 52

 قُلْ هَلْ تَرَبَّصُونَ بِنَا إِلَّا إِحْدَى الْحُسْنَيَيْنِ ۖ وَنَحْنُ نَتَرَبَّصُ بِكُمْ أَنْ يُصِيبَكُمُ اللَّهُ بِعَذَابٍ مِنْ عِنْدِهِ أَوْ بِأَيْدِينَا ۖ فَتَرَبَّصُوا إِنَّا مَعَكُمْ مُتَرَبِّصُونَ Arab-Latin:
Qul hal tarabbaṣụna binā illā iḥdal-ḥusnayaīn, wa naḥnu natarabbaṣu bikum ay yuṣībakumullāhu bi'ażābim min 'indihī au bi`aidīnā fa tarabbaṣū innā ma'akum mutarabbiṣụn

Terjemah Arti: Katakanlah: "tidak ada yang kamu tunggu-tunggu bagi kami, kecuali salah satu dari dua kebaikan. Dan Kami menunggu-nunggu bagi kamu bahwa Allah akan menimpakan kepadamu azab (yang besar) dari sisi-Nya. Sebab itu tunggulah, sesungguhnya kami menunggu-nunggu bersamamu".

Terjemahan Tafsir Bahasa MELAYU ASLI
(Isi Kandungan) Katakanlah kepada mereka (wahai nabi), ”tidaklah kalian menunggu-nunggu pada kami, kecuali mati syahid di jalan Allah atau menang atas kalian?. Sedangkan kami menunggu-nunggu pada kalian bahwa Allah akan menimpakan pada kalian siksaan dari sisiNya yang datang segera untuk membinasakan kalian atau melalui tangan-tangan kami lalu kami membunuhi kalian. Maka tunggulah, sesungguhnya kami bersama kalian menunggu apa yang akan Allah perbuat pada masing-masing golongan, baik kami atau kalian.” 

قُلْ أَنْفِقُوا طَوْعًا أَوْ كَرْهًا لَنْ يُتَقَبَّلَ مِنْكُمْ ۖ إِنَّكُمْ كُنْتُمْ قَوْمًا فَاسِقِينَ
Arab-Latin:
Qul anfiqụ ṭau'an au kar-hal lay yutaqabbala mingkum, innakum kuntum qauman fāsiqīn
Terjemah Arti:
Katakanlah: "Nafkahkanlah hartamu, baik dengan sukarela ataupun dengan terpaksa, namun nafkah itu sekali-kali tidak akan diterima dari kamu. Sesungguhnya kamu adalah orang-orang yang fasik.

Terjemahan Tafsir Bahasa MELAYU ASLI(Isi Kandungan)
Katakanlah (wahai nabi), kepada orang-orang munafik, ”infakkanlah harta kalian dengan cara apapun yang kalian kehendaki dan dalam keadaan apapun yang kalian inginkan, baik dengan tulus maupun terpaksa, niscaya Allah tidak akan menerima infak-infak kalian, karena sesungguhnya kalian adalah kaum yang telah keluar dari agama Allah dan ketaatan kepadaNya.

وَمَا مَنَعَهُمْ أَنْ تُقْبَلَ مِنْهُمْ نَفَقَاتُهُمْ إِلَّا أَنَّهُمْ كَفَرُوا بِاللَّهِ وَبِرَسُولِهِ وَلَا يَأْتُونَ الصَّلَاةَ إِلَّا وَهُمْ كُسَالَىٰ وَلَا يُنْفِقُونَ إِلَّا وَهُمْ كَارِهُونَ
Arab-Latin:
Wa mā mana'ahum an tuqbala min-hum nafaqātuhum illā annahum kafarụ billāhi wa birasụlihī wa lā ya`tụnaṣ-ṣalāta illā wa hum kusālā wa lā yunfiqụna illā wa hum kārihụn

Terjemah Arti:
    Dan tidak ada yang menghalangi mereka untuk diterima dari mereka nafkah-nafkahnya melainkan karena mereka kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka tidak mengerjakan sembahyang, melainkan dengan malas dan tidak (pula) menafkahkan (harta) mereka, melainkan dengan rasa enggan.
Terjemahan Tafsir Bahasa MELAYU ASLI (Isi Kandungan) Dan sebab tidak diterimanya infak-infak mereka adalah bahwa sesungguhnya mereka menyembunyikan (di dalam hati mereka) kekufuran kepada Allah dan pendustaan kepada rasulNya, Muhammad , dan tidak mengerjakan shalat kecuali mereka merasa berat. Dan mereka tidak menginfakkan harta mereka keculai mereka tidak menyukainya, maka mereka tidak mengharapkan pahala dari kewajiban-kewajiban ini dan tidak takut saat meninggalkannya mendapatkan siksaan dikarnakan kekafiran mereka.

 Orang-orang munafik selalu menunggu-nunggu kehancuran dan kebinasaan orang-orang muslim. Karena itu, beliau diperintah untuk menantang mereka. Katakanlah, wahai nabi Muhammad, kepada orangorang munafik itu, meski kamu selalu berharap kebinasaan terhadap kami, maka sesungguhnya tidak ada yang kamu tunggu-tunggu itu bagi kami, kecuali kami akan memperoleh salah satu dari dua kebaikan yaitu menang dengan membawa kemulian atau mati syahid.

     Dan sebaliknya, kami justru menunggu-nunggu bagi kamu bahwa Allah akan menimpakan salah satu dari dua keburukan yaitu azab dari sisi-Nya, seperti yang pernah menimpa umat-umat terdahulu disebabkan keingkaran dan penentangan mereka terhadap kebenaran ilahi, atau azab melalui tangan kami dengan membunuhmu atau menawanmu. Karena itu, maka tunggulah, sesungguhnya kami menunggu pula bersamamu, apa yang akan terjadi pada diri kalian jika kalian tetap ingkar. Setelah ayat sebelumnya menjelaskan balasan orang-orang munafik baik di dunia maupun di akhirat, maka ayat ini menginformasikan betapa kebaikan yang dilakukan orang-orang munafik itu tidak akan memberi manfaat apa pun bagi mereka. Katakanlah, wahai nabi Muhammad, kepada kaum munafik itu, infakkanlah hartamu baik dengan sukarela maupun dengan terpaksa, namun infakmu itu tetap sia-sia saja dan tidak akan diterima. Sesungguhnya infak yang kamu lakukan itu justru untuk melawan agama Allah, sehingga dengan begitu kamu adalah orang-orang yang fasik, yakni orang-orang yang keluar dari ketaatan kepada Allah. 

       Setelah ayat sebelumnya menjelaskan balasan orang-orang munafik baik di dunia maupun di akhirat, maka ayat ini menginformasikan betapa kebaikan yang dilakukan orang-orang munafik itu tidak akan memberi manfaat apa pun bagi mereka. Katakanlah, wahai nabi Muhammad, kepada kaum munafik itu, infakkanlah hartamu baik dengan sukarela maupun dengan terpaksa, namun infakmu itu tetap sia-sia saja dan tidak akan diterima. Sesungguhnya infak yang kamu lakukan itu justru untuk melawan agama Allah, sehingga dengan begitu kamu adalah orang-orang yang fasik, yakni orang-orang yang keluar dari ketaatan kepada Allah. Selanjutnya disebutkan alasan ditolaknya infak orang-orang munafik. Dan yang menghalang-halangi infak mereka, kaum munafik, untuk diterima adalah karena mereka kafir kepada Allah dan rasul-Nya dan mereka tidak melaksanakan salat dengan penuh ketaatan melainkan dengan malas, tidak senang, atau kurang peduli, dan mereka tidak pula menginfakkan harta, melainkan dengan rasa enggan atau terpaksa, karena mereka tidak yakin terhadap limpahan pahala dari Allah di akhirat kelak bagi mereka yang melakukan kebaikan atas dasar keikhlasan.

        Kemudian Allah Swt. menceritakan tentang penyebab nafkah itu tidak diterima dari mereka. {إِلا أَنَّهُمْ كَفَرُوا بِاللَّهِ وَبِرَسُولِهِ} melainkan karena mereka kafir kepada Allah dan Rasul-Nya. (At-Taubah: 54) Yakni sesungguhnya segala amal perbuatan itu dianggap sah hanyalah karena iman. {وَلا يَأْتُونَ الصَّلاةَ إِلا وَهُمْ كُسَالَى} dan mereka tidak mengerjakan salat melainkan dengan malas. (At-Taubah: 54) Maksudnya, tidak ada semangat bagi mereka untuk beramal, dan tidak ada sikap mereka yang benar. {وَلا يُنْفِقُونَ} dan tidak (pula) mereka menafkahkan. (At-Taubah: 54) suatu harta pun. {إِلا وَهُمْ كَارِهُونَ} melainkan dengan rasa enggan. (At-Taubah: 54)

     Padahal Nabi Saw. telah bersabda bahwa Allah tidak akan merasa bosan sehingga kalian sendiri yang bosan. Dan bahwa Allah itu Mahabaik, Dia tidak mau menerima kecuali yang baik. Karena itulah Allah tidak menerima suatu nafkah pun dari mereka, tidak pula suatu amal pun; Allah hanya menerima dari orang-orang yang bertakwa.

No comments:

Post a Comment