Saturday, 27 July 2019

AYAT 71 AT-TAUBAH

TAFSIR QURAN DAN HADIS TABARUK
JILIK 2 BISS MILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Surat At-Taubah Ayat 71

 وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ ۚ أُولَٰئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللَّهُ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Arab-Latin:
Wal-mu`minụna wal-mu`minātu ba'ḍuhum auliyā`u ba'ḍ, ya`murụna bil-ma'rụfi wa yan-hauna 'anil-mungkari wa yuqīmụnaṣ-ṣalāta wa yu`tụnaz-zakāta wa yuṭī'ụnallāha wa rasụlah, ulā`ika sayar-ḥamuhumullāh, innallāha 'azīzun ḥakīm

Terjemah Arti:
Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Terjemahan Tafsir Bahasa MELAYU ASLI (Isi Kandungan)
        Orang-orang mukmin, laki-laki maupun perempuan, yang beriman kepada Allah dan RasulNya, sebagian mereka merupakan penolong bagi sebagian yang lain. Mereka memerintahkan manusia untuk beriman dan mengerjakan amal shalih serta melarang mereka dari perbuatan kafir dan maksiat-maksiat, menjalankan shalat, memberikan zakat, taat kepada Allah dan RasulNya dan mereka menghindar dari perkataan yang mereka dilarang melakukanya. Mereka itu akan di rahmati oleh Allah, lalu dia akan menyelamatkan mereka dari siksaNya dan memasukan mereka ke dalam surgaNya, lsesungguhnya Allah Maha perkasa dalam kerajaannNya agi Maha Bijaksana dalam penetapan ajaran-ajaran syariat dan hukum-hukumNya.

         Dalam hadits lain disebutkan: “Perumpamaan orang-orang beriman dalam berkasih-sayang, seperti perumpamaan satu tubuh. Jika ada satu anggota tubuh yang mengeluh kesakitan, maka seluruh tubuh yang lain ikut meresponnya dengan demam dan tidak tidur.” (Muttafaq ‘alaiHi) Firman-Nya: ya’muruuna bil ma’ruufi wa yanHauna ‘anil munkari (“Memerintahkan kepada yang ma’ruf dan meninggalkan apa yang munkar.”) seperti firman-Nya yang artinya: “Dan hendaklah di antara kamu ada sekelompok yang menyeru kepada kebaikan, memerintahkan kepada yang ma’ruf, dan mencegah yang munkar.” (Ali ‘Imraan: 104) Dan firman-Nya lebih lanjut: wa yuqiimuunash shalaata wa yu’tuunaz zakaata (“Mendirikan shalat dan menunaikan zakat.”) maksudnya mereka menaati Allah dan berbuat baik kepada hamba-hamba-Nya. Wa yuthii’uunallaaHa wa rasuulaHuu (“Dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya”) yaitu terhadap apa yang Allah perintahkan dan meninggalkan apa yang dilarang-Nya. Ulaa-ika sayarhamu HumullaaHu (“Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah.”) yaitu Allah akan memberi rahmat kepada orang-orang yang menghiasi diri dengan sifat-sifat tersebut. innallaaHa ‘aziizun (“Sesungguhnya Allah Mahaperkasa.”) Maksudnya, Allah akan memuliakan orang-orang yang mentaati-Nya, karena kemuliaan itu hanyalah milik Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman. hakiimun (“Lagi Mahabijaksana.”)

         Dalam pembagiannya, sifat-sifat ini semua untuk mereka orang-orang yang beriman. Dan Allah mengkhususkan sifat-sifat yang terdahulu kepada orang-orang munafik, karena sesungguhnya Allah mempunyai hikmah dalam setiap apa yang Allah kerjakan. Mahasuci Allah lagi Mahatinggi. Ayat sebelumnya menjelaskan sikap buruk orang-orang munafik disertai ancaman, sedang ayat ini menjelaskan kebalikannya, yakni hakikat orang-orang mukmin. Dan orang-orang yang beriman, dengan iman-Nya yang sempurna, dari laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain dalam hal-hal kebenaran dan kebaikan. Secara jelas dapat dilihat dalam sikap dan perilakunya, yaitu mereka menyuruh berbuat yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, melaksanakan salat, menunaikan zakat, dan taat kepada Allah dan rasulnya. Mereka itulah yang akan senantiasa diberi rahmat oleh Allah. Sungguh, Allah mahaperkasa untuk melindungi mereka dengan rahmat-Nya, mahabijaksana dalam setiap pemberian-Nya.

     Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin yang benar-benar mantap imannya, dari kalangan laki-laki dan perempuan, akan mendapatkan surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya, dan mendapat tempat yang baik di surga 'adn. Dan sesungguhnya keridaan Allah yang diperoleh di akhirat kelak itu lebih besar daripada kenikmatan surga itu sendiri. Itulah keberuntungan yang agung. Ayat ini mengajarkan bahwa tujuan hidup seorang mukmin adalah menggapai keridaan-Nya, juga keberuntungan yang hakiki adalah jika apa yang dilakukan dan dihasilkan itu bisa mengantarkannya menuju surga. Referensi: https://tafsirweb.com/3087-surat-at-taubah-ayat-71.html

No comments:

Post a Comment