TAFSIR QURAN DAN HADIS TABARUK,.,.
JILIK 2 AT-TAUBAH
Surat At-Taubah Ayat 70
BISS MILLAHIRAHMANNIRRAHIM,.
أَلَمْ يَأْتِهِمْ نَبَأُ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ قَوْمِ نُوحٍ وَعَادٍ وَثَمُودَ وَقَوْمِ إِبْرَاهِيمَ وَأَصْحَابِ مَدْيَنَ وَالْمُؤْتَفِكَاتِ ۚ أَتَتْهُمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ ۖ فَمَا كَانَ اللَّهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلَٰكِنْ كَانُوا أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ
Arab-Latin:
A lam ya`tihim naba`ullażīna ming qablihim qaumi nụḥiw wa 'ādiw wa ṡamụda wa qaumi ibrāhīma wa aṣ-ḥābi madyana wal-mu`tafikāt, atat-hum rusuluhum bil-bayyināt, fa mā kānallāhu liyaẓlimahum wa lāking kānū anfusahum yaẓlimụn
Terjemah Arti:
Belumkah datang kepada mereka berita penting tentang orang-orang yang sebelum mereka, (yaitu) kaum Nuh, 'Aad, Tsamud, kaum Ibrahim, penduduk Madyan dan negeri-negeri yang telah musnah?. Telah datang kepada mereka rasul-rasul dengan membawa keterangan yang nyata, maka Allah tidaklah sekali-kali menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.
Allah berfirman seraya memberi teguran kepada orang-orang munafik yang mendustakan para Rasul itu: alam ya’tiHim naba-ul ladziina min qabliHim (“Belumkah datang kepada mereka berita penting tentang orang-orang sebelum mereka.”) Yakni, belumkah mereka diberi kabar tentang orang-orang sebelum mereka yang mendustakan para Rasul?
Qaumu nuuhin (“Kaum Nabi Nuh,”) dan banjir besar yang menenggelamkan seluruh penduduk bumi kecuali orang-orang yang beriman kepada Nabi Nuh as.
Wa ‘aadin (“Dan kaum Aad,”) bagaimana mereka dimusnahkan dengan angin dahsyat; ketika mereka mendustakan Nabi Hud.
Wa tsamuuda (“Dan kaum Tsamud,”) bagaimana mereka, ketika mereka mendustakan Nabi Shalih as dan membunuh unta yang diamanatkan.
Wa qaumi ibraaHiima (“Dan kaumnya Ibrahim, “) bagaimana Allah menolong Nabi Ibrahim atas mereka, memperkuatnya dengan mukjizat-mukjizat yang nyata dan menghancurkan raja mereka, Namrudz -semoga Allah melaknatnya-.
Wa ash-haabi madyana (“Dan penduduk Madyan,”) mereka adalah kaumnya Nabi Syu’aib as, bagaimana mereka ditimpa gempa dan adzab pada hari panen.
Wal mu’tafikaat (“Dan negeri-negeri yang telah musnah,”) kaumnya Nabi Luth, di mana mereka waktu itu tinggal di Madain.
Allah berfirman dalam ayat lain yang artinya: “Dan negeri-negeri kauna Luth yang telah dihancurkan Allah.” (QS. An-Najm: 53).
Disebutkan, bahwa ia adalah kota utama mereka yang bernama Sadum. Maksudnya, bahwa Allah telah menghancurkan mereka semua karena mereka telah mendustakan Nabi Luth as. dan mereka telah melakukan penyimpangan seksual yang belum pernah dilakukan oleh seorang pun dari umat sebelumnya.
atatHum rusuluHum bil bayyinaat (“Para Rasul telah datang kepada mereka dengan membawa
keterangan.”) Yakni, dengan membawa argumentasi dan bukti-bukti yang kuat dan pasti.
Famaa kaanallaaHu liyadhlimaHum (“Maka Allah sekali-sekali tidak menganiaya mereka.”) Yakni, dengan menghancurkan mereka, kerena Allah telah mendatangkan alasan (hujjah) dengan mengutus para Rasul dan membuang segala yang meragukan.
Wa laakin anfusaHum yadhlimuun (“Akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.”) Yakni, dengan sikap mereka yang mendustakan para Rasul dan mengingkari kebenaran. Maka, mereka menjerumuskan diri mereka ke dalam adzab dan kehancuran.
Kemudian, melalui ayat ini, Allah mengingatkan orang-orang munafik sekaligus sebagai ancaman, jika mereka tetap bersikap seperti itu. Apakah tidak sampai kepada mereka berita tentang orang-orang yang sebelum mereka yang telah dibinasakan oleh Allah akibat mendustakan para rasul' mereka itu adalah kaum nuh, 'ad, samud, kaum ibrahim, penduduk madyan, dan penduduk negeri-negeri yang telah musnah, yang di antaranya masih bisa dibuktikan peninggalannya' padahal telah datang kepada mereka rasul-rasul dengan membawa bukti-bukti yang nyata, namun sayang, mereka mendustakannya lalu Allah membinasakannya. Demikian ini, karena Allah tidak pernah sedikit pun menzalimi mereka, tetapi merekalah yang menzalimi diri mereka sendiri. Ayat sebelumnya menjelaskan sikap buruk orang-orang munafik disertai ancaman, sedang ayat ini menjelaskan kebalikannya, yakni hakikat orang-orang mukmin. Dan orang-orang yang beriman, dengan iman-Nya yang sempurna, dari laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain dalam hal-hal kebenaran dan kebaikan. Secara jelas dapat dilihat dalam sikap dan perilakunya, yaitu mereka menyuruh berbuat yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, melaksanakan salat, menunaikan zakat, dan taat kepada Allah dan rasulnya. Mereka itulah yang akan senantiasa diberi rahmat oleh Allah. Sungguh, Allah mahaperkasa untuk melindungi mereka dengan rahmat-Nya, mahabijaksana dalam setiap pemberian-Nya.
Referensi: https://tafsirweb.com/3086-surat-at-taubah-ayat-70.html
No comments:
Post a Comment