Friday, 2 August 2019

AYAT 79AT-TAUBAH,.,.


TAFSIR QURAN DAN HADIS TABARUK,.
JILIK 2 ATTAUBAH,..,.,
Surat At-Taubah Ayat 79 .,.,,.
BISS MILLAH HIRRAHMAN NIRRAHIM,.
الَّذِينَ يَلْمِزُونَ الْمُطَّوِّعِينَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ فِي الصَّدَقَاتِ وَالَّذِينَ لَا يَجِدُونَ إِلَّا جُهْدَهُمْ فَيَسْخَرُونَ مِنْهُمْ ۙ سَخِرَ اللَّهُ مِنْهُمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
           Arab-Latin:
Allażīna yalmizụnal-muṭṭawwi'īna minal-mu`minīna fiṣ-ṣadaqāti wallażīna lā yajidụna illā juhdahum fa yaskharụna min-hum, sakhirallāhu min-hum wa lahum 'ażābun alīm

         Terjemah Arti:
(Orang-orang munafik itu) yaitu orang-orang yang mencela orang-orang mukmin yang memberi sedekah dengan sukarela dan (mencela) orang-orang yang tidak memperoleh (untuk disedekahkan) selain sekedar kesanggupannya, maka orang-orang munafik itu menghina mereka. Allah akan membalas penghinaan mereka itu, dan untuk mereka azab yang pedih.

           Terjemahan Tafsir Bahasa MELAYU ASLI (Isi Kandungan)
Dan bersama bakhilnya orang-orang munafik itu, orang-orang yang bersedekah juga tidak bebas dari gangguan mereka. Apabila orang-orang kaya bersedekah dengan harta yang banyak, mereka mencelanya dan menuduh mereka berbuat riya, dan apabila orang-orang fakir bersedekah sesuai dengan kemampuan mereka, mereka mengolok-ngolok mereka dan berkata sebagai ejekan terhadap mereka, ”apa yang dapat diperbuat oleh sedekah mereka itu?” Allah pasti membalas ejekan orang-orang munafik itu, dan mereka juga akan mendapatkan azab yang menyakitkan. Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Mas’ud radhiyallahu 'anhu ia berkata: Ketika turun ayat sedekah, kami berusaha mengangkutkan barang (agar memperoleh imbalan untuk disedekahkan), lalu datang seseorang yang bersedekah dengan jumlah yang besar, maka mereka (orang-orang munafik) menimpali, “Orang ini riya’.” Kemudian datang seseorang yang bersedekah dengan satu sha’ (gantang), mereka pun menimpali, “Sesungguhnya Allah tidak butuh terhadapnya.” Maka turunlah ayat, “Alladziina yalmizuuna…dst.”

        lDi antara sifat orang-orang munafik yang lainnya adalah, bahwasanya tidak akan ada seorang pun yang lepas dari celaan dan ejekan mereka dalam segala hal. Bahkan orang-orang yang suka bersedekah pun tidak lepas dari celaan orang-orang munafik tersebut. Jika ada salah seorang yang suka bersedekah datang dengan membawa harta yang banyak, maka mereka (orang-orang munafik) mengatakan: “Ia lakukan hal itu karena riya’.” Dan jika ia membawa pemberian yang sedikit, maka mereka akan mengatakan: “Allah tidak membutuhkan sedekah ini.” Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari, dari Abi Mas’ud, ia menceritakan: “Setelah ayat sedekah turun, kami membawa barang di atas punggung kami. Lalu ada seseorang yang datang dan bersedekah dengan jumlah yang sangat banyak. Lalu orang-orang munafik itu berkata: ‘Orang itu berbuat demikian karena riya.’ Kemudian datang orang yang lain dan bersedekah dengan satu sha’. Maka orang-orang munafik itu berkata: ‘Sesunguhnya Allah tidak membutuhkan sedekah ini.’ Lalu turunlah ayat: alladziina yalmizuunal muthawwi’iina (“[Orang-orang munafik] yaitu orang-orang yang mencela orang-orang mukmin yang memberi sedekah dengan sukarela.”)

        Hadits tersebut juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitabnya Shahih Muslim. Adapun orang yang bersedekah dengan usahanya itu adalah Abu ‘Uqail saudara Bani Anif al-Arasyi, sekutu Bani `Amr bin `Auf, di mana ia datang dengan membawa satu sha’ kurma, untuk ia berikan sebagai sedekah

         Ayat sebelumnya menjelaskan sifat-sifat buruk orang-orang munafik, antara lain kikir, bersumpah palsu, dan tidak bersyukur. Bukan saja itu, di antara mereka bahkan ada yang secara terus-menerus mencela orang-orang beriman yang memberikan sedekah dengan sukarela dengan menyebutnya pamrih jika yang disedekahkan besar; dan juga mencela orang-orang yang tidak mendapatkan harta untuk disedekahkan kecuali sekadar kesanggupannya, maka orang-orang munafik itu menghina mereka, orang-orang mukmin. Akibat perbuatannya itulah Allah akan membalas penghinaan mereka di dunia dengan tersingkapnya kebusukan hatinya, dan mereka akan mendapat azab yang pedih di akhirat kelak. Kemudian ditegaskan bahwa orang-orang munafik itu hukumnya sama dengan orang-orang kafir, yakni tidak berhak memperoleh ampunan. Karena itu, diingatkan kepada beliau bahwa engkau, wahai nabi Muhammad, memohonkan ampunan bagi mereka atau tidak memohonkan ampunan bagi mereka adalah sama saja. Ketetapan Allah telah terjadi bagi mereka, walaupun engkau memohonkan ampunan bagi mereka tujuh puluh kali, bahkan tak terhitung jumlahnya, Allah tetap tidak akan memberi ampunan kepada mereka. Yang demikian itu karena mereka ingkar, kafir, kepada Allah dan rasul-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk dan bimbingan kepada orang-orang yang fasik, yaitu mereka yang keluar dari ketaatan kepada Allah.

No comments:

Post a Comment