TAFSIR QURAN DAN HADIS TABARUK.,
Surat At-Taubah Ayat 82-83
BISS MILLAH HIR
RAHMAN NIR RAHIM,.
فَلْيَضْحَكُوا قَلِيلًا وَلْيَبْكُوا كَثِيرًا جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
Arab-Latin:
Falyaḍ-ḥakụ qalīlaw walyabkụ kaṡīrā, jazā`am bimā kānụ yaksibụn Terjemah Arti: Maka hendaklah mereka tertawa sedikit dan menangis banyak, sebagai pembalasan dari apa yang selalu mereka kerjakan.
فَإِنْ رَجَعَكَ اللَّهُ إِلَىٰ طَائِفَةٍ مِنْهُمْ فَاسْتَأْذَنُوكَ لِلْخُرُوجِ فَقُلْ لَنْ تَخْرُجُوا مَعِيَ أَبَدًا وَلَنْ تُقَاتِلُوا مَعِيَ عَدُوًّا ۖ إِنَّكُمْ رَضِيتُمْ بِالْقُعُودِ أَوَّلَ مَرَّةٍ فَاقْعُدُوا مَعَ الْخَالِفِينَ
Arab-Latin:
Fa ir raja'akallāhu ilā ṭā`ifatim min-hum fasta`żanụka lil-khurụji fa qul lan takhrujụ ma'iya abadaw wa lan tuqātilụ ma'iya 'aduwwā, innakum raḍītum bil-qu'ụdi awwala marrah, faq'udụ ma'al-khālifīn Terjemah Arti: Maka jika Allah mengembalikanmu kepada suatu golongan dari mereka, kemudian mereka minta izin kepadamu untuk keluar (pergi berperang), maka Katakanlah: "Kamu tidak boleh keluar bersamaku selama-lamanya dan tidak boleh memerangi musuh bersamaku. Sesungguhnya kamu telah rela tidak pergi berperang kali yang pertama. Karena itu duduklah bersama orang-orang yang tidak ikut berperang".
Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Malik, dari Abi az-Zinad, dari al-A’raj, dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw. bersabda:
“Api yang dimiliki oleh anak cucu Adam yang kalian nyalakan itu merupakan satu bagian saja dari tujuh puluh bagian api neraka Jahannam.”
Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, tetapi api dunia itu sudah cukup panas.” Kemudian beliau bersabda: “Api tersebut akan bertambah lagi dengan enam puluh sembilan bagian.”
Hadits tersebut diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dan Imam Muslim dalam ash-Shahihain, dari Malik.
Sedangkan Imam Ahmad meriwayatkan, Sufyan memberitahu kami, dari Abu az-Zinad, dari al-A’raj, dari Abu Hurairah, dari Nabi saw, beliau bersabda: “Sesungguhnya api yang ada pada kalian ini adalah satu bagian dari tujuh puluh bagian dari api neraka Jahannam dan dipukulkan ke laut dua kali. Seandainya tidak demikian, niscaya Allah tidak menjadikan manfaat padanya bagi seorangpun.” (HR. Ahmad dengan isnad yang shahih.)
Imam Abu `Isa at-Tirmidzi dan Ibnu Majah telah meriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas ad-Duuri, dan dari Yahya bin Abi Bukair, dari Abu Hurairah menceritakan, Rasulullah telah bersabda: “Allah telah menyalakan api itu seribu tahun hingga menjadi merah. Kemudian Allah menyalakan lagi seribu tahun sehingga menjadi putih. Selanjutnya Allah menyalakan lagi seribu tahun hingga menjadi hitam, yaitu hitam laksana malam yang gelap.”
Setelah itu,
Imam at-Tirmidzi mengatakan: “Aku tidak mengetahui seorang pun yang memarfu’kan (menyampaikan riwayat kepada Rasulullah saw. hadits ini kecuali Yahya.”
Juga diriwayatkan oleh al-Hafizh Abu Bakar bin Mardawaih Syuraik, yaitu Ibnu `Abdillah an-Nakha’i.
Ibnu Mardawaih juga meriwayatkan dari riwayat Mubarak bin Fadhalah, dari Tsabit dari Anas ia menceritakan, Rasulullah saw. pernah membaca ayat: naaraw wa quuduHan naasu wal hijaaratu (“Api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.”) Kemudian beliau bersabda: “Allah menyalakan api itu selama seribu tahun hingga menjadi putih, dan seribu tahun lagi sehingga menjadi merah, dan seribu tahun lagi sehingga menjadi hitam, yakni hitam laksana malam yang tidak bercahaya.”
Al-Hafizh Abul Qasim ath-Thabrani juga meriwayatkan dari hadits Tamam bin Najih, dan telah terjadi perbedaan pendapat di dalamnya, dari al-Hasan, dari Anas, dan ia memarfu’kannya [menyampaikan riwayatnya sampai pada Rasulullah], Rasulullah saw. bersabda: “Seandainya kilatan api itu, yaitu api dari neraka jahannam ada di belahan timur, maka panasnya (pun) akan terasa di belahan barat.”
Al-Hafizd Abu Ya’la juga meriwayatkan dari Abu Hurairah menceritakan, Rasulullah bersabda, dan juga al-A’masy berkata, dari Abu Ishaq, dari an-Nu’man bin Basyir, bersabda Rasulullah saw:
“Sesungguhnya penghuni neraka yang mendapatkan adzab yang paling ringan pada hari Kiamat kelak adalah orang yang mempunyai satu pasang sandal dan 2 tali sandal yang terbuat dari api neraka Jahannam, yang membakar otaknya, sebagaimana terbakarnya periuk. Ia tidak mengetahui, bahwa ada seorang dari penghuni neraka yang mendapatkan adzab yang lebih keras dari dirinya, dan sesungguhnya ia adalah orang yang mendapatkan adzab yang paling ringan di antara mereka.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Kemudian Allah berfirman dengan nada mengancam orang-orang munafik, atas apa yang mereka perbuat tersebut: fal yadl-hakuu qaliilaw wal yabkuu katsiiran (“Maka hendaklah mereka sedikit tertawa dan banyak menangis.”) Ibnu Abi Thalhah menceritakan dari Ibnu `Abbas: “Dunia ini hanya sebentar, maka biarlah mereka tertawa sekehendak hati mereka. Jika dunia ini telah berakhir dan mereka kembali kepada Allah maka mereka akan menyambung tertawanya itu dengan tangisan yang tidak akan pernah berakhir untuk selamanya.”
Demikian itulah yang dikemukakan oleh Abu Razin, al-Hasan al-Bashri, Qatadah, ar-Rabi’ bin Khutsaim, `Aun al-‘Uqaili dan Zaid bin Aslam.
No comments:
Post a Comment