TAFSIR QURAN DAN HADIS TABARUK
JILIK 2 BISSMILLAH HIRRAHMAN NIRRAHIM,.
Surat At-Taubah Ayat 89
أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ ذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
Arab-Latin:
A'addallāhu lahum jannātin tajrī min
taḥtihal-an-hāru khālidīna fīhā, żālikal-fauzul-'aẓīm
Terjemah Arti:
Allah telah menyediakan bagi mereka surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar.
Terjemahan Tafsir Bahasa Indonesia
(Isi Kandungan) Pada hari kiamat, Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir di bawah istana-istana dan pohon-pohonnya sungai-sungai, mereka tinggal di dalamnya selamanya. Itulah keberuntungan yang besar.
Tafsir
. Allah telah menyiapkan untuk mereka (orang-orang mukmin) surga-surga yang di bawah istana-istananya mengalir sungai-sungai. Mereka akan tinggal di sana untuk selama-lamanya dan mereka tidak akan binasa. Balasan itu adalah keberuntungan besar yang tidak tertandingi oleh keberuntungan lainnya.
HADIS ,.
Ibnu Kathir berkata: Allah SWT memberitahu mengenai keadaan orang yang mati syahid bahawa mereka itu hanya mati di dunia tetapi roh mereka tetap hidup dan mendapat rezeki di akhirat. Dalam kitab Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim dan kitab-kitab yang lain telah ditegaskan bahawa ayah Jabir iaitu Abdullah bin Amr bin Haram al-Ansari r.a terbunuh dalam perang Uhud sebagai syahid.
*Menurut riwayat Ibnu Abbas r.a pula, yang dikeluarkan oleh Imam Ahmad, bahawa Raslullah SAW bersabda: "Tatkala kawan-kawanmu telah tewas di Uhud itu, maka roh mereka disimpan oleh Allah SWT di dalam rongga burung hijau. Terbang dan hinggap di sekitar sungai-sungai syurga, makan daripada buah-buahan dan hinggap pada ranting-ranting emas yang tergantung di bawah naungan 'arasy".
*Al-Maraghi berkata: Janganlah kamu menyangka wahai orang yang mendengar ucapan kaum munafik, iaitu golongan yang mengingkari dan meragukan hari kebangkitan dan mengutamakan dunia dari akhirat, bahawa orang yang mati syahid pada jalan Allah SWT itu telah kehilangan kehidupan dan tidak bererti lagi. Kehidupan yang dinyatakan oleh al-Quran mengenai kaum syuhada adalah kehidupan di alam ghaib, hakikatnya tidak diketahui oleh kita. Sebab itu, kita tidak perlu mengada-adakan cerita di luar batasan wahyu.
Allah telah menyediakan bagi mereka, orang mukmin, surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar. Keberuntungan hakiki adalah ketika amal seseorang menyelamatkannya dari neraka dan mengantarkannya ke surga. Ayat ini menjelaskan sifat-sifat munafik kaum arab badui atau yang disebut a'ra'biy. Dan di antara orang-orang arab badui datang kepada nabi Muhammad mengemukakan alasan yang dibuat-buat agar diberi izin untuk tidak pergi berpe-rang, sedang orang-orang yang mendustakan Allah dan rasul-Nya dari kaum munafik duduk berdiam diri saja tidak mengajukan alasan mengapa tidak ikut berjihad. Kelak orang-orang yang kafir di antara mereka, yakni penduduk madinah yang munafik dan penduduk arab badui, akan ditimpa azab yang pedih.
Setelah Allah menyebutkan dosa orang-orang munafik dan menjelaskan pujian-Nya kepada orang-orang yang beriman serta apa yang akan mereka dapatkan di akhirat kelak, Allah berfirman: laakinir rasuulu wal ladziina aamanuu ma’aHu jaaHaduu (“Tetapi Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya, mereka berjihad dengan harta dan diri mereka.”) Yang menjelaskan keadaan mereka dan tempat kembali mereka.
Dan firman-Nya: wa ulaa ika laHumul khairaat (“Dan mereka itulah orang-orang yang nemperoleh kebaikan.”) Yaitu, di alam akhirat, di surga Firdaus dan derajat yang tinggi.
No comments:
Post a Comment