Thursday, 24 October 2019

AYAT 10-12 IBRAHIM

TAFSIR QURAN DAN HADIS TABARUK
JILIK 2 IBRAHIM
AYAT 10-12
BISS MILLAH HIRRAHMAN NIRRAHIM,
10. qaalat rusuluhum afii allaahi syakkun faathiri alssamaawaati waal-ardhi yad’uukum liyaghfira lakum min dzunuubikum wayu-akhkhirakum ilaa ajalin musamman qaaluu in antum illaa basyarun mitslunaa turiiduuna an tashudduunaa ‘ammaa kaana ya’budu aabaaunaa fa/tuunaa bisulthaanin mubiinin 11. qaalat lahum rusuluhum in nahnu illaa basyarun mitslukum walaakinna allaaha yamunnu ‘alaa man yasyaau min ‘ibaadihi wamaa kaana lanaa an na/tiyakum bisulthaanin illaa bi-idzni allaahi wa’alaa allaahi falyatawakkali almu/minuuna 12. wamaa lanaa allaa natawakkala ‘alaa allaahi waqad hadaanaa subulanaa walanashbiranna ‘alaa maa aadzaytumuunaa wa’alaa allaahi falyatawakkali almutawakkiluuna
“Para Rasul mereka berkata: ‘Apakah ada keragu-raguan terhadap Allah, Pencipta langit dan bumi? Dia menyeru kamu untuk memberi ampunan kepadamu dari dosa-dosamu dan menangguhkan (siksaan)mu sampai masa yang ditentukan.’ Mereka berkata: ‘Kamu tidak lain hanyalah manusia seperti kami juga. Kamu menghendaki untuk menghalang-halangi (membelokkan) kami dari apa yang selalu diibadahi nenek moyang kami, karena itu datangkanlah kepada kami bukti yang nyata.’ (QS. 14: 10) Para Rasul mereka berkata kepada mereka: ‘Kami tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, akan tetapi Allah memberikan karunia kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Dan tidak patut bagi kami mendatangkan suatu bukti kepadamu melainkan dengan izin Allah. Dan hanya kepada Allah sajalah hendaknya orang-orang yang mukmin itu bertawakkal. (QS. 14:11) Mengapa kami tidak bertawakkal kepada Allah, padahal Dia telah menunjukkan jalan kepada kami dan kami sungguh-sungguh akan bersabar terhadap gangguan-gangguan yang kamu lakukan kepada kami. Dan hanya kepada Allah sajalah orang-orang yang bertawakkal itu berserah diri” (QS. 14:12)” (QS. Ibrahim: 10-12)

       Allah memberitakan tentang perdebatan yang terjadi antara orang-orang kafir dan para Rasul mereka, karena ketika umat mereka menghadapi para Rasul itu dengan keraguan terhadap apa yang disampaikan kepada mereka, yaitu supaya mereka beribadah kepada Allah semata yang tiada sekutu bagi-Nya, para Rasul itu berkata: a fillaaHi syakkun (“Apakah ada keragu-raguan terhadap Allah?”) Dari sini, terdapat dua kemungkinan makna: Pertama, apakah masih ada keraguan tentang adanya Allah, karena fitrah manusia menyaksikan adanya Allah dan cenderung mengakuinya. Pengakuan terhadap wujud Allah itu pasti ada dalam fitrah yang sehat, tetapi kadangkala terjadi keraguan dan keterpaksaan pada sebagiannya. Maka ia perlu melihat dalil untuk sampai kepada keyakinan adanya Allah. Oleh karena itu, untuk menunjukkan mereka kepada jalan untuk mengenal Allah, para Rasul itu berkata kepada mereka: faathiris samaawaati wal ardli (“Pencipta langit dan bumi,”) yang telah membuat dan menciptakan keduanya tanpa contoh yang sudah ada sebelumnya, karena bukti-bukti bahwa langit dan bumi itu adalah makhluk baru, diciptakan dan dikendalikan itu sudah nampak jelas. Jadi, pasti ada yang membuat (menciptakan)nya yaitu Allah, tidak ada Ilah selain Allah, Pencipta, Pemilik dan Penguasa segala sesuatu. Menurut ulama tafsir adalah, apakah masih ada keragu-raguan tentang ke-Ilahiyyahan-Nya dan sebagai satu-satunya Rabb yang berhak diibadahi, sedang Allah adalah Pencipta semua makhluk yang ada ini dan tidak ada yang berhak diibadahi selain Allah saja, tidak ada sekutu bagi-Nya, karena mayoritas umat mengakui Rabb Pencipta ini, tetapi mereka beribadah juga kepada selain-Nya, yang dianggap sebagai perantara yang berguna atau dapat mendekatkan mereka kepada Allah? Seperti firman Allah: “Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Rabbmu dan bertaubat kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus-menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberi kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya.” (QS. Huud: 3)
           "Kami tidak lain hanyalah manusia seperti kalian.” (Ibrahim: 11) Artinya, memang benar kami adalah manusia biasa seperti kalian. {وَلَكِنَّ اللَّهَ يَمُنُّ عَلَى مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ} akan tetapi Allah memberi karunia kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. (Ibrahim: 11) Yakni kerasulan dan kenabian. {وَمَا كَانَ لَنَا أَنْ نَأْتِيَكُمْ بِسُلْطَانٍ} Dan tidak patut bagi kami mendatangkan suatu bukti kepada kalian. (Ibrahim: 11) sesuai dengan apa yang kalian minta, {إِلا بِإِذْنِ اللَّهِ} melainkan dengan izin Allah. (Ibrahim: 11) Yakni sesudah kami minta kepada-Nya dan Dia mengizinkan kepada kami untuk mengeluarkannya. {وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ} Dan hanya kepada Allah sajalah hendaknya orang-orang mukmin bertawakal. (Ibrahim: 11) Yaitu dalam semua urusan mereka. Kemudian para rasul berkata: {وَمَا لَنَا أَلا نَتَوَكَّلَ عَلَى اللَّهِ} Mengapa kami tidak akan bertawakal kepada Allah. (Ibrahim: 12) Maksudnya, apakah yang mencegah kami untuk bertawakal kepada Allah, padahal Dia telah menunjuki kami jalan yang paling lurus, paling jelas, dan paling gamblang. {وَلَنَصْبِرَنَّ عَلَى مَا آذَيْتُمُونَا} dan kami sungguh-sungguh akan bersabar terhadap gangguan-gangguan yang kalian lakukan kepada kami. (Ibrahim: 12) seperti perkataan yang buruk dan perbuatan-perbuatan yang rendah. {وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُتَوَكِّلُونَ}

        Dan hanya kepada Allah saja orang-orang yang bertawakal itu berserah diri. (Ibrahim: 12)Dari Ibnu Abbas radhiallahu’anhuma pula, katanya: “Lafaz: Hasbunallah wa ni’mal wakil,ertinya: Cukuplah Allah itu sebagai penolong kita dan Dia adalah sebaik-baiknya yang diserahi, itu pernah diucapkan oleh Ibrahim a.s. ketika beliau dilemparkan ke dalam api, Juga pernah diucapkan oleh Nabi Muhammad s.a.w. ketika orang-orang sama berkata: “Sesungguhnya orang-orang banyak telah berkumpul-bersatu-untuk memerangi engkau,maka takutilah mereka itu,” tetapi ucapan sedemikian itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang beriman melainkan keimanan belaka dan mereka berkata: Hasbunallah wa ni’mal wakil.(Riwayat Bukhari)

No comments:

Post a Comment