Sunday, 20 October 2019

AYAT 5 AURAH IBRHIM,.

TAFSIR QURAN DN HDIS TBRUK,.
JILIK 2
AYAT 5 SURH IBRAHIM,.
Biss Millah Hirrahman Nirrahim,.
Wa laqad arsalnaa Moosaa bi Aayaatinaa an akhrij qawmaka minaz zulumaati ilan noori wa zak kirhum bi ayyaamil laah; inna fee zaalika la aayaatil likulli sabbaarin shakoor
“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Musa dengan membawa ayat-ayat Kami, dan Kami perintahkan kepadanya: ‘Keluarkanlah kaummu gelap-gulita kepada cahaya terang-benderang, dan ingatkanlah mereka kepada hari-hari Allah.’ Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi setiap prang penyabar dan banyak bersyukur,” (QS. Ibrahim: 5)

 Allah berfirman, sebagaimana Kami mengutusmu wahai Muhammad dan Kami menurunkan Kitab kepadamu untuk mengeluarkan manusia semua dan mengajak mereka untuk keluar dari kegelapan menuju cahaya yang terang-benderang, demikian pula Kami telah mengutus Musa kepada Bani Israil dengan membawa ayat-ayat Kami. Mujahid mengatakan, yaitu sembilan ayat.
Disebutkan dalam hadits marfu’
yang diriwayatkan oleh `Abdullah bin Imam Ahmad bin Hanbal
dalam Musnad Ahmad dari Abu Ka’b, dari
Nabi Muhammad mengenai firman Allah:
Wa dzakkirHum bi ayaamillaaH (“Dan ingatkanlah mereka kepada hari-hari Allah,”) (beliau) bersabda, maksudnya, adalah nikmat-nikmat Allah. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dan Ibnu Abi Hatim dari Muhammad bin Abban, dan diriwayatkan pula oleh `Abdullah bin Imam Ahmad hadits serupa, tetapi mauquf dan inilah yang lebih sesuai. Firman Allah: inna fii dzaalika la-aayaatil likulli shabbaarin syakuur (“Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda [kekuasaan Allah] bagi setiap orang penyabar dan banyak bersyukur.”)
Maksudnya, sesungguhnya apa yang telah Kami perbuat untuk Bani Israil tatkala Kami selamatkan mereka dari tangan Fir’aun dan Kami selamatkan mereka dari adzab yang hina yang mereka alami merupakan
contoh bagi setiap orang yang sabar dalam mendapatkan musibah dan banyak bersyukur dalam memperoleh kenikmatan. Seperti dikatakan Qatadah: “Sebaik-baik hamba adalah seorang hamba yang jika tertimpa cobaan ia bersabar dan jika diberi nikmat ia bersyukur. Demikian diriwayatkan.

No comments:

Post a Comment