TAFSIR QURAN DAN HADIS TABARUK
JILIK 2 SURAH IBRAHIM
AYAT 9 BISS MILLAH HIRRAHMAN NIRRAHIM.,
Alam yaatikum naba'ul lazeena min qablikum qawmi Noohinw wa 'Aadinw wa Samood, wallazeena mim ba'dihim; laa ya'lamuhum illallaah; jaaa'at hum Rusuluhum bilbaiyinaati faraddooo aydiyahum feee afwaahihim wa qaalooo innaa kafarnaa bimaaa ursiltum bihee wa innaa lafee shakkim mimmaa tad'oonanaaa ilaihi mureeb
Belumkah sampai kepadamu berita orang-orang sebelum kamu (yaitu) kaum Nuh, ‘Aad, Tsamud, dan orang-orang sesudah mereka. Tidak ada yang mengetabui mereka selain Allah. Telah datang para Rasul kepada mereka (membawa) bukti-bukti yang nyata lalu mereka menutupkan tangannya mulutnya (karena kebencian) dan berkata: ‘Sesungguhnya kami mengingkari apa yang kamu diperintahkan (untuk) menyampaikannya (kepada kami), dan sesungguhnya kami benar-benar dalam keragu-raguan yang menggelisahkan terhadap apa yang kamu ajak kami kepadanya.’” (QS. Ibrahim: 9)
Ibnu Jarir mengatakan, ayat ini merupakan lanjutan dari perkataan Musa kepada kaumnya, yakni peringatannya kepada mereka terhadap nikmat-nikmat Allah, dengan siksaan Allah terhadap umat-umat terdahulu yang mendustakan para Rasul. Pendapat Ibnu Jarir ini perlu dipertimbangkan kembali, karena nampaknya ayat ini adalah berita baru dari Allah Ta’ala untuk umat ini karena ada yang mengatakan bahwa kisah `Aad dan Tsamud ini tidak ada dalam Taurat. Kalau hal ini termasuk perkataan dan kisah-kisah Musa kepada kauninya, pasti kedua kisah itu terdapat pula dalam Taurat, wallahu a’lam.
Namun pada pokoknya, Allah Ta’ala telah menceritakan kepada kita kisah kaum Nuh, `Aad, Tsamud dan umat-umat lain yang mendustakan para Rasul yang jumlahnya banyak sekali sehingga hanya diketahui oleh Allah saja.Ada pula yang berpendapat lain bahwa yang dimaksud adalah mereka diam saja, tidak memenuhi panggilan para Rasul.
Dalam hal ini Sufyan atsauri meriwayatkan pendapat dari `Abdullah, ia mengatakan: faradduu aidiyaHum fii afwaaHiHim (“Lalu mereka menutupkan tangan mereka ke mulut mereka [karena kebencian].”) ialah, menggigit tangan mereka karena geram.
Pendapat ini dipilih oleh `Aburrahman bin Zaid bin Aslam, demikian juga Ibnu Jarir dengan alasan firman Allah tentang orang-orang munafik: “Apabila mereka telah berlalu, mereka gigit jari mereka karena marah.” (QS. Ali-‘Imran: 119)
Al-`Aufi meriwayatkan dari Ibnu `Abbas, bahwa setelah mendengar kalam Allah, mereka sangat heran dan menutupkan tangan mereka ke mulut mereka sambil berkata: “Kami kafir terhadap apa yang kalian sampaikan kepada kami.” Maksudnya, mereka mengatakan: “Kami tidak percaya terhadap apa yang kalian sampaikan, karena kami sangat meragukannya.”
No comments:
Post a Comment