Wednesday, 2 October 2019

AYAT 19-22 MA'ARIJ.,

TAFSIR QURAN DAN HADIS TABARUK
JILIK 2AYAT 19-22
SURAH MA'ARIJ
Biiss Millah Hirrahman Nirrahim,..,
Innal insaana khuliqa haloo'aa Izaa massahush sharru jazoo'aa
Wa izaa massahul khairu manoo'aa Illal musalleen...,.,

إِنَّ الْإِنْسَانَ خُلِقَ هَلُوعًا (19) إِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ جَزُوعًا (20)
 وَإِذَا مَسَّهُ الْخَيْرُ مَنُوعًا (21) إِلَّا الْمُصَلِّينَ (22)
        Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan, ia berkeluh kesah; dan apabila ia mendapat kebaikan, ia amat kikir, kecuali orang-orang yang mengerjakan salat

            Allah Swt. menceritakan perihal manusia dan watak-watak buruk yang telah menjadi pembawaannya. {إِنَّ الإنْسَانَ خُلِقَ هَلُوعًا} Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah. (Al-Ma'arij: 19) Yang hal ini ditafsirkan oleh firman selanjutnya: {إِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ جَزُوعًا} Apabila ia ditimpa kesusahan, ia berkeluh kesah. (Al-Ma'arij: 20) Yakni apabila tertimpa kesusahan, ia kaget dan berkeluh kesah serta hatinya seakan-akan copot karena ketakutan yang sangat, dan putus asa dari mendapat kebaikan sesudah musibah yang menimpanya. {وَإِذَا مَسَّهُ الْخَيْرُ مَنُوعًا} dan apabila ia mendapat kebaikan, ia amat kikir. (Al-Ma'arij: 21)
 Yaitu apabila ia mendapat nikmat dari Allah Swt., berbaliklah ia menjadi orang yang kikir terhadap orang lain, dan tidak mau menunaikan hak Allah yang ada padanya. قَالَ الْإِمَامُ أَحْمَدُ: حَدَّثَنَا أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ، حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ عُلَيّ بنُ رَباح: سَمِعْتُ أَبِي يُحَدِّثُ عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ مَرْوَانَ بن الحكم قَالَ: سَمِعْتُ أَبَا هُرَيرة يَقُولُ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "شَرُّ مَا فِي رَجُلٍ شُحٌ هَالِعٌ، وَجُبْنٌ خَالِعٌ". Imam Ahmad mengatakan,
            Telah menceritakan kepada kami Abu Abdur Rahman, telah menceritakan kepada kami Musa ibnu Ali ibnu Rabah, bahwa ia pernah mendengar ayahnya menceritakan hadis berikut dari Abdul Aziz ibnu Marwan ibnul Hakam yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Abu Hurairah r.a. berkata bahwa Rasulullah Saw. telah bersabda: Sifat terburuk yang ada pada diri seorang lelaki ialah kikir yang keterlaluan dan sifat pengecut yang parah. Imam Abu Daud meriwayatkannya dari Abdullah ibnul Jarah, dari Abu Abdur Rahman Al-Muqri dengan sanad yang sama, dan ia tidak mempunyai hadis dari Abdul Aziz selain dari hadis ini. Kemudian dalam firman berikutnya disebutkan: {إِلا الْمُصَلِّينَ} kecuali orang-orang yang mengerjakan salat. (Al-Ma'arij: 22) Yakni manusia itu ditinjau dari segi pembawaannya menyandang sifat-sifat yang tercela, terkecuali orang yang dipelihara oleh Allah dan diberi-Nya taufik dan petunjuk kepada kebaikan dan memudahkan baginya jalan untuk meraihnya. Mereka adalah orang-orang yang mengerjakan salat. Surat Al-Ma’arij Ayat 19 ۞ إِنَّ الْإِنْسَانَ خُلِقَ هَلُوعًا Arab-Latin: Innal-insāna khuliqa halụ'ā Terjemah Arti: Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. إِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ جَزُوعًا Arab-Latin: Iżā massahusy-syarru jazụ'ā Terjemah Arti: Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah,

        19-22. Setelah diuraikan tentang orang-orang yang durhaka, kini diuraikan sebab-sebab kedurhakaan mereka, yaitu adanya sifat buruk pada manusia: sungguh, manusia diciptakan bersifat suka mengeluh lagi kikir. Apabila dia ditimpa sedikit kesusahan atau musibah, dia berkeluh kesah, dan apabila mendapat kebaikan harta yaitu keluasan rezeki, dia menjadi sangat kikir, kecuali orang-orang yang melaksanakan salat dengan baik dan benar, sehingga dapat mengalahkan sifat negatif tersebut Ia berkeluh kesah ketika mendapatkan musibah seperti kemiskinan, sakit, hilangnya yang dicintai baik harta, istri maupun anak dan tidak menyikapinya dengan sikap sabar dan ridha kepada taqdir Allah.

No comments:

Post a Comment