HADSIE QURAN DAN HADIS TABARUK
JILIK 2 AYAT 13-17
BISS MILLAH HIRRAHMAN NIRRAHIM
13. waqaala alladziina kafaruu lirusulihim lanukhrijannakum min ardhinaa aw lata’uudunna fii millatinaa fa-awhaa ilayhim rabbuhum lanuhlikanna alzhzhaalimiina 14. walanuskinannakumu al-ardha min ba’dihim dzaalika liman khaafa maqaamii wakhaafa wa’iidi 15. waistaftahuu wakhaaba kullu jabbaarin ‘aniidin 16. min waraa-ihii jahannamu wayusqaa min maa-in shadiidin 17. yatajarra’uhu walaa yakaadu yusiighuhu waya/tiihi almawtu min kulli makaanin wamaa huwa bimayyitin wamin waraa-ihi ‘adzaabun ghaliizhun
“Orang-orang kafir berkata kepada para Rasul mereka: ‘Kami sungguh-sungguh akan mengusir kamu dari negeri kami, atau kamu kembali kepada agama kami.’ Maka Rabb mereka mewahyukan kepada mereka: ‘Kami pasti akan membinasakan orang-orang yang dhalim itu, (QS. 14:13) dan Kami pasti akan menempatkanmu di negeri-negeri itu sesudah mereka. Yang demikian itu (adalah untuk) orang-orang yang takut (akan menghadap) kehadirat-Ku dan yang takut kepada ancaman-Ku.’ (QS. 14:14) Dan mereka memohon kemenangan (atas musuh-musuh mereka), dan binasalah semua orang-orang yang berlaku sewenang-wenang lagi keras kepala, (QS. 14:15) di hadapannya ada Jahannam dan dia akan diberi minuman dengan air nanah (QS. 14:16) diminumnya air nanah itu dan hampir dia tidak bisa menelannya dan datanglah (bahaya) maut kepadanya dari segenap penjuru, tetapi dia tidak juga mati, dan di hadapannya masih ada adzab yang berat. (QS. 14:17)” (QS. Ibrahim: 13-17)
Allah memberitakan tentang ancaman orang-orang kafir terhadap para Rasul dengan mengusir mereka dari negeri mereka dan menjauhkan mereka dari masyarakat mereka, seperti ancaman kaum Syu’aib kepada Nabi Syu’aib dan orang-orang yang beriman kepadanya: “Kami pasti akan mengusirmu wahai Syu’aib dan orang-orang yang beriman bersamamu dari kampung kami.” (al-A’raaf: 88)
Allah berfirman memberitahukan tentang orang-orang musyrik dari kaum Quraisy: “Ingatlah tatkala orang-orang kafir (Quraisy) berbuat makar (tipudaya) terhadap untuk menangkap dan memenjarakanmu, membunuh atau mengusirmu. Mereka berbuat makar (tipudaya), dan Allah pun berbuat demikian, sedang Allah adalah sebaik-baik pembuat tipudaya.” (QS. Al-Anfaal: 30)
Di antara yang dilakukan Allah Ta’ala adalah memenangkan dan menolong Rasul-Nya dan menjadikan baginya banyak penolong dan pendukung karena terusir dari Makkah sehingga akhirnya dapat menundukkan Makkah yang dulu (musuh-musuhnya) pemah mengusirnya keluar dari kota ini, kemudian menguasainya dan memaksa musuh-musuh mereka dari seluruh dunia untuk tunduk kepadanya.
Mujahid dan `Ikrimah berkata: “Shadiid merupakan cairan yang berasal dari nanah dan bercampur dengan darah.” Sedang menurut Qatadah: “Ia adalah cairan yang mengalir dari daging dan kulitnya.” Dalam riwayat yang lain, Qatadah berkata: “Shadid adalah cairan yang keluar dari perut orang kafir yang sudah bercampur dengan nanah dan darah.”
Dalam hadits yang diriwayatkan Syahr bin Hausyab, dari Asma’ binti Yazid bin as-Sakan berkata, aku bertanya kepada Rasulullah: “Apakah thinatul khabal itu?” Beliau menjawab: “Nanahnya penduduk neraka.” (HR Imam Ahmad)
Dalam riwayat lain disebutkan: “Cairan penduduk neraka.” (HR Imam Ahmad dari Abu Dzar)
Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Umamah dari Nabi saw. tentang firman Allah: Wa yusqaa mim maa-in shadiid. Yatajarra’uHuu (“Dan dia akan diberi minuman dengan air nanah, diminumnya air nanah itu”) beliau berkata: “Ia mendekatinya tetapi membencinya, bila ia sudah dekat darinya maka terbakarlah wajahnya yang terkelupas kulit kepalanya, dan jika meminumnya usus mereka terpotong-potong sampai keluar dari duburnya.”
Sebagaimana firman Allah: “Dan mereka diberi minum air yang mendidih sehingga memotong-motong usunya.” (QS. Muhammad: 15)
Dan firman-Nya: “Dan bila mereka minta minum, maka mereka diberi minum air yang seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka….” (al-Kahfi: 29). Demikian pula diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dan Ibnu Abi Hatim.
Sedang firman Allah: yatajarra’uHuu (“diminumnya air nanah itu”) artinya meminumnya dengan terpaksa, begitu sampai di mulutnya Malaikat memukulnya dengan palu besi; wa laa yakaadu yusiighuHu (“Dan hampir dia tidak dapat menelannya”) karena tidak enak rasa, warna dan baunya, disamping sangat panas atau sangat dingin yang tidak kuat menahannya.
Ibnu Jarir berkata tentang: wa ya’tiiHil mautu min kulli makaanin (“Dan datanglah [bahaya] maut kepadanya dari segenap penjuru,”) dari muka dan dari belakang.
Dalam riwayat lain disebutkan: “Dari kanan dan kiri, dari atas, dari bawah kaki dan dari semua anggota badannya.”
Adh-Dhahhak meriwayatkan dari Ibnu `Abbas tentang: wa ya’tiiHil mautu min kulli makaanin (“Dan datanglah [bahaya] maut kepadanya dari segenap penjuru,”) berkata: “Macam-macam adzab yang Allah siksakan kepadanya pada hari Kiamat di neraka, setiap macamnya pasti mematikan jikalau ia dapat mati, tetapi ia tidak dapat mati karena Allah berfirman: “Mereka tidak dibinasakan sehingga mereka mati, dan adzab pun tidak diringankan untuk mereka.” (Fathir: 36)
Dan juga ayat-ayat lain yang menunjukkan berbagai macam adzab, ditimpakan kepada mereka dengan berulang kali, bermacam-macam jenis bentuknya, yang hanya dapat dihitung oleh Allah saja, hal itu sebagai balasan yang setimpal atas perbuatan mereka di dunia ini.
Wamaa rabbuka bidlallaamil lil ‘abiid (“Dan Rabbmu sekali-kali tidak menganiaya hamba-hamba-Nya.” (QS. Fushshilat: 46)
No comments:
Post a Comment