TAFSIR QURAN DAN HADIS TABARUK
JILIK 2 IBRAHIM
AYAT 6-8
Biss Millah Hirrahman Nirrahim,.
Wa iz qaala Moosaa liqawmihiz kuroo ni'matal laahi 'alaikum iz anjaakum min Aali Fir'awna yasoomoo nakum sooo'al 'azaabi wa yuzabbihoona abnaaa'akum wa yastahyoona nisaaa'akum; wa fee zaalikum balaaa'um mir Rabbikum 'azeem (section 1)
Wa iz ta azzana Rabbukum la'in shakartum la azeedannakum wa la'in kafartum inn'azaabee lashadeed
Wa qaala Moosaaa in takfurooo antum wa man fil ardi jamee'an fa innal laaha la Ghaniyyun Hameed
“Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya: ‘Ingatlah nikmat Allah atasmu ketika Allah menyelamatkanmu dari (Fir’aun dan) pengikut-pengikutnya, mereka menyiksa kamu dengan siksa yang pedih, mereka menyembelih anak-anak laki-lakimu, membiarkan hidup anak-anak perempuanmu dan pada yang demikian itu ada cobaan yang besar dari Rabbmu.’ (QS. 14:6) Dan (ingatlah juga), tatkala Rabbmu memaklumkan: ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih.’ (QS. 14:7) Dan Musa berkata: ‘Jika kamu dan orang-orang yang ada di muka bumi semuanya mengingkari (nikmat Allah), maka sesungguhnya Allah Mahakaya lagi Mahaterpuji.’ (QS. 14:8)” (Ibrahim: 6-8)
Allah memberitakan tentang Musa tatkala mengingatkan kaumnya tentang hari-hari Allah dan nikmat-nikmat yang telah dikaruniakan-Nya kepada mereka ketika Allah menyelamatkan mereka dari Fir’aun dan para pengikutnya dan dari siksaan serta penghinaan mereka, yaitu dengan membunuh anak-anak laki-laki mereka dan membiarkan anak-anak perempuan mereka hidup. Maka, Allah menyelamatkan mereka dari adzab seperti itu.
Hal ini merupakan nikmat yang besar bagi mereka.Seperti firman-Nya yang artinya: “Dan Kami coba mereka dengan nikmat [yang baik-baik] dan bencana [yang buruk-buru] agar mereka kembali [kepada kebenaran].” (al-A’raaf: 168)
Dia Mahaterpuji dan dipuji, walaupun orang-orang yang kafir kepada-Nya mengingkari nikmat-Nya, seperti firman-Nya: “Jika kamu kafir, maka sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman)mu.” (QS. Az-Zumar:7)
Disebutkan dalam shahih Muslim, dari Abu Dzar, dari Rasulullah, sebuah hadits qudsi, Allah swt. berfirman: “Wahai hamba-hamba-Ku, kalaupun orang-orang terdahulu sampai terakhir di antara kalian, baik manusia maupun jin memiliki takwanya seorang yang paling takwa di antara kalian, maka hal itu tidak akan menambah kerajaan-Ku sedikitpun. Wahai hamba-hamba-Ku, kalaupun orang-orang terdahulu sampai terakhir di antara kalian, baik manusia maupun jin itu memiliki kejahatan (kekafirannya) seorang yang paling jahat (kafir) di antara kalian, maka hal itu tidak akan mengurangi kerajaan-Ku sedikitpun. Wahai hamba-hamba-Ku, kalaupun orang-orang terdahulu sampai terakhir di antara kalian, baik manusia maupun jin itu berdiri pada satu bukit dan mereka memohon kepada-Ku, kemudian Aku beri masing-masing apa yang dimintanya, maka hal itu tidak akan mengurangi kerajaan-Ku sedikit pun, melainkan seperti (menguranginya) sebuah jarum, ketika dimasukkan ke dalam laut.” Mahasuci Allah Ta’ala yang Mahakaya lagi Terpuji.
No comments:
Post a Comment