TAFSIR QURAN DAN HADIS TABARUK,.
JILIK 2
AYAT 4 SURAH IBRAHIM,.
Biss millah hirrahman nir rahim,.
Wa maaa arsalnaa mir Rasoolin illaa bilisaani qawmihee liyubaiyina lahum faiudillul laahu mai yashaaa'u wa yahde mai yashaaa'; wa Huwal 'Azeezul Hakeem
“4. Kami tidak mengutus seorang rasulpun, melainkan dengan bahasa kaumnya, supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka. Maka Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki, dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. dan Dia-lah Tuhan yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.” (Ibrahim: 4)
Hal ini termasuk kasih sayang Allah kepada makhluk-Nya, bahwa Allah mengutus para Rasul dari kalangan mereka dan dengan bahasa mereka supaya mereka memahami apa yang dikehendaki dari mereka dan apa yang disampaikan kepada mereka, seperti yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Abu Dzarr ra. berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Allah tidak mengutus seorang Nabi pun melainkan dengan bahasa kaumnya.”
Dalam ayat ini
Allah membahasakan dirinya dengan kami(yakni allah berserta dzat bergantung sifat dan asmak nya)Wa Huwal ‘aziizu (“Dan Dialah Rabb yang Mahakuasa.”) apa yang Dia kehendaki pasti terjadi dan apa yang tidak Dia kehendaki pasti tidak terjadi. Al hakiim (“lagi Mahabijaksana.”) dalam perbuatan-Nya, maka Dia menyesatkan siapa yang memang berhak dengan kesesatan dan menunjuki siapa yang memang layak akan hal itu. Memang, hal itu merupakan sunnah atau ketentuan Allah yang berkenaan dengan makhluk-Nya bahwa Allah tidak mengutus seorang Nabi kepada suatu umat melainkan dengan bahasa mereka dan setiap nabi itu diutus untuk menyampaikan risalah kenabian kepada ummat mereka masing-masing, tidak kepada umat lain, kecuali Nabi Muhammad bin Abdillah yang khusus diperintahkan supaya menyampaikan risalah kepada semua manusia.
Sebagaimana dijelaskan dalam hadits shahih
yang tertera dalam kitab shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim dari Jabir berkata, Rasulullah saw. bersabda: “Aku diberi lima hal yang tidak diberikan kepada seorang Nabipun sebelumku; aku diberi kemenangan oleh karena rasa takut [dalam hati musuh] selama perjalanan satu bulan dan bumi [tanah] ini dijadikan untukku sebagai tempat shalat [masjid] dan untuk bersuci. Dihalalkan untukku harta rampasan perang yang mana hal tersebut tidak dihalalkan bagi seorang rasul pun sebelumku. Aku diberi syafa’at dan setiap Nabi diutus khusus kepada umatnya masing-masing, sedang akut diutus kepada semua manusia.”
Hadits ini didukung berbagai macam bukti dan Allah juga berfirman yang artinya; “Katakanlah: ‘Wahai sekalian manusia, sesungguhnya aku ini adalah Rasul [utusan] Allah kepadamu semua.” (al-A’raaf: 158)
No comments:
Post a Comment