Thursday, 31 October 2019

AYAT 21 IBRAHIM

TAFSIR QURAN DAN HADIS TABARUK
JILIK 2 SURAH IBRAHIM,.
21. wabarazuu lillaahi jamii’an faqaala aldhdhu’afaau lilladziina istakbaruu innaa kunnaa lakum taba’an fahal antum mughnuuna ‘annaa min ‘adzaabi allaahi min syay-in qaaluu law hadaanaa allaahu lahadaynaakum sawaaun ‘alaynaa ajazi’naa am shabarnaa maa lanaa min mahiishin
    “Dan mereka semuanya (di padang Mahsyar) akan berkumpul menghadap kehadirat Allah, lalu berkatalah orang-orang yang lemah kepada orang-orang yang sombong: ‘Sesungguhnya kami dahulu adalah pengikut-pengikutmu, raka dapatkah kamu menghindarkan daripada kami adzab Allah [walau] sedikit saja? Mereka menjawab: ‘Seandainya Allah memberi petunjuk kepada kami, niscaya kami dapat memberi petunjuk kepadamu. Sama saja bagi kita apakah kita mengeluh ataukah bersabar. Sekali-kali kita tidak mempunyai tempat untuk melarikan diri.” (QS. Ibrahim: 21)

    Allah berfirman: wa barazuu lillaaHi jamii’an (“Dan mereka semuanya [di padang mahsyar] akan berkumpul menghadap ke hadirat Allah.”) Maksudnya, makhluk ini semua, yang baik dan yang jahat, akan berkumpul menghadap Allah yang Mahaesa lagi Mahaperkasa. Mereka berkumpul di tempat yang lapang yang tidak ada sesuatu yang dapat menyembunyikan seorang pun di antara mereka. Faqaaladl dlu’afaa-u (“Lalu berkatalah orang-orang yang lemah.”) yaitu para pengikut pimpinan, tuan dan pembesar mereka. Lil ladziinas takbaruu (“kepada orang-orang yang sombong,”) yang tidak mau beribadah kepada Allah yang Mahaesa dan enggan mengikuti ajaran para Rasul, mereka mengatakan: innaa kunnaa lakum taba’an (“Sesungguhnya kami dahulu adalah pengikut-pengikutmu,”) apa pun yang kalian perintahkan, kami tunduk dan melaksanakannya; fa Hal antum mughnuuna ‘annaa min ‘adzaabillaaHi min syai-in (“Maka dapatkah kamu menghindarkan dari kaami adzab Allah [walau] sedikit saja?”)

       Maksudnya, apakah kalian dapat melindungi kami dari siksa Allah, sebagaimana yang kalian janjikan dan angan-angankan untuk kami. Maka pemimpin-pemimpin itu menjawab: lau HadaanallaaHu laHadainaakum (“Seandainya Allah memberi petunjuk kepada kami, niscaya kami dapat memberi petunjuk kepadamu,”) tetapi, benarlah perkataan Rabb dan takdir-Nya terhadap kita dan benar pula bahwa siksa itu ditimpakan kepada orang-orang kafir. Sawaa-un ‘alainaa ajazi’naa am shabarnaa maa lanaa mim mahiish (“Sama saja bagi kita apakah kita mengeluh atau bersabar, sekali-kali kita tidak mempunyai tempat untuk melarikan diri.”) Maksudnya, kita tidak dapat lepas dan bebas dari keadaan ini, baik kita bersabar maupun mengeluh darinya.

No comments:

Post a Comment